BEKASI.POJOKSATU.id - Aksi dorong-dorongan dan juga lempar lele mewarnai unjuk rasa yang dilakukan oleh puluhan Mahasiswa, di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi Senin, 8 Juli 2024.
Aksi demo tersebut berkaitan dengan revitalisasi Pasar Kranji Baru yang mangkrak sejak tahun 2019 silam hingga saat ini belum diselesaikan.
Dalam aksi demo tersebut nampak sejumlah mahasiswa ingin menerobos masuk ke dalam gedung Pemkot Bekasi. Mereka memaksa ingin bertemu dengan kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) Kota Bekasi.
Baca Juga: Peluang Koalisi PKS dan PDIP di Kota Bekasi Terbuka Lebar
Tidak puas dorong-dorongan dengan petugas, mahasiswa juga nampak melempar sebanyak 4 kilo ikan lele yang merupakan bentuk kekecewaan.
Pantauan bekasi.pojoksatu.id di lokasi, awalnya mahasiswa tersebut berorasi di depan Kantor Pemkot Bekasi. Karena tak kunjung mendapat respon untuk bertemu, mahasiswa berusaha menerobos barikade keamanan.
Koordinator Aksi, Ariesta Mirada Putra, meminta, Pemkot Bekasi untuk memutus kontrak perjanjian kerjasama dengan PT Annisa Bintang Blitar (ABB).
Hal ini dikarenakan, PT ABB diduga dengan sengaja tidak melakukan pembangunan Pasar Kranji Baru.
"Kami meminta Pemkot Bekasi untuk segera putuskan perjanjian Kerjasama dengan PT ABB dan segera malakukan Tender ulang secara terbuka," ungkap Ariesta, kepada awak media, Senin, 8 Juli 2024.
Ariesta mengaku kalau PT ABB dipercayai oleh Pemkot Bekasi untuk melakukan revitalisasi Pasar Kranji Baru pada tahun 2019 silam.
Baca Juga: Benarkah Pj Wali Kota Bekasi Gani Muhamad Diganti?
Dirinya menjelaskan sebanyak 1.800 pedagang pasar Kranji Baru memberikan kewajiban kepada PT ABB senilai 23 miliar.
"Mangkraknya pembangunan pasar kranji adanya indikasi korupsi revitalisasi Pasar Kranji, yang tik sesuai dengan perjanjian kerjasama yang sudahda disepakati selama jangka waktu 24 bulan atau 2 tahun," demikian kata dia.***




