BEKASI.POJOKSATU.id - Unggahan video di media sosial menampilkan suasana di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi dr. Chasbullah Abdul Madjid (CAM) Kota Bekasi.
Dalam video tersebut tampak banyak pasien di IGD. Informasi menyebutkan, orang-orang itu adalah pasien demam berdarah dengue (DBD).
Puluhan orang tengah melakukan perawatan intensif di ruangan IGD RSUD dan belum mendapatkan kamar untuk melakukan perawatan.
Baca Juga: Relawan Pa-Gi Serius Dorong Kaesang Ikut Pilkada Kota Bekasi
“Bekasi darurat DBD dan sudah tidak sedikit korban. Mohon dilakukan pencegahan di rumah masing-masing. RSUD Kota Bekasi sudah penuh sesak,” ujar narasi dalam video tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD CAM Kota Bekasi, dr Kusnanto, membantah penumpukan pasien.
Kusnanto memastikan RSUD Kota Bekasi Chasbullah Abdul Madjid (CAM) Kota Bekasi memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP).
"Untuk layanan IGD sejak kedatangan pasien hingga mengetahui diagnosa dan keputusan rawat inap ataupun rawat jalan, berdasarkan SOP yakni selama 6 jam lamanya," jelas Kusnanto dari keterangan tertulisnya.
Baca Juga: Mobil Polisi Salip dari Bahu Jalan, Oleng dan Tabrak Mobil Lain di Tol MBZ
"Begitu juga jika kondisi kapasitas bed ruangan rawat inap full, kami juga tidak lebih dari 6 jam untuk pelayanan. Maka kami meminta pihak keluarga untuk melakukan rujukan ke rumah sakit lainnya," tambah dia.
Lanjut dia, pada kenyataannya banyak keluarga pasien yang menolak akan referensi ketersediaan tempat untuk proses pengobatan.
"Banyak yang terjadi bahwa pihak keluarga pasien menolak atau sulit mendapatkan tempat ranap melalui jejaring Rumah Sakit baik yang ada di Kota Bekasi maupun di luar Kota Bekasi," demikian kata dia.***




