BEKASI.POJOKSATU.ID - Proyek pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang di kawasan Stasiun Bekasi kembali digenjot setelah sempat tertunda selama arus mudik Lebaran 2026.

Kini, proyek tersebut telah memasuki tahap krusial dengan mulai berdirinya kerangka jembatan di sisi Jalan Ir H Juanda.

Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, memastikan bahwa pekerjaan di lapangan kembali berjalan dengan dukungan rekayasa lalu lintas guna memperlancar proses pembangunan.

“Pekerjaan sudah berjalan lagi. Rekayasa lalu lintas juga sudah disiapkan untuk mendukung proses di lapangan,” ujar Idi, dikutip dari Radar Bekasi, 10 April 2026.

Baca Juga: Sudah Peringkat 6 Nasional, Bekasi Kini Fokus Hadirkan Solusi Nyata bagi Masyarakat

Menurutnya, proyek pembangunan JPO tersebut saat ini terus dikebut agar dapat selesai sesuai target.

Kehadiran jembatan penyeberangan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan di sekitar kawasan Stasiun Bekasi yang selama ini dikenal padat oleh aktivitas kendaraan dan pejalan kaki.

Setelah tahap awal struktur mulai terbentuk, pekerjaan selanjutnya akan memasuki fase pemasangan balok girder yang menjadi bagian penting dari konstruksi jembatan. Proses ini dijadwalkan berlangsung setelah tahap pabrikasi selesai.

“Progres terus berjalan. Setelah pabrikasi selesai, malam hari langsung dilakukan erection,” jelasnya.

Baca Juga: KPK Dalami Dugaan Teror terhadap Saksi Kasus Suap Ijon Proyek Bekasi

Untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas, pemasangan girder akan dilakukan pada malam hari.

Langkah ini diambil agar aktivitas kendaraan di siang hari tetap berjalan normal dan tidak menimbulkan kemacetan parah.

Selain itu, Dishub Kota Bekasi juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow di sepanjang Jalan Ir H Juanda. Skema ini diberlakukan pada 7 hingga 10 April, mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB.

Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Syafruddin, mengatakan pihaknya turut mengawal jalannya rekayasa tersebut agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat secara signifikan.

“Kami lakukan pengamanan agar pekerjaan tetap berjalan tanpa mengganggu arus kendaraan secara signifikan,” tandasnya.

Dengan progres yang terus berjalan, proyek JPO ini ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu setengah bulan atau pada Juni 2026.

Pemerintah Kota Bekasi berharap pembangunan ini dapat memberikan solusi nyata terhadap kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pejalan kaki di kawasan tersebut.***