BEKASI.POJOKSATU.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memasang target tinggi untuk menaikkan penyerapan lulusan pelatihan vokasi ke dunia kerja hingga mencapai 70 persen, dari angka saat ini yang diperkirakan baru menyentuh 40 persen.


Komitmen tersebut disampaikan Yassierli saat menghadiri pembekalan dan orientasi peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026 di Kota Bekasi, Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 500 hingga 600 peserta secara tatap muka, serta ribuan peserta lainnya dari berbagai balai pelatihan se-Indonesia secara daring.


Yassierli menegaskan bahwa penyesuaian kurikulum berbasis kebutuhan industri dan penguatan kemitraan dengan sektor swasta menjadi kunci utama dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja.


“Kita terus meningkatkan tingkat penyerapan hasil pelatihan ke industri. Kalau sekarang mungkin baru sekitar 40 persen yang dilatih langsung bisa bekerja, target kita meningkat sampai 70 persen,” ujar Yassierli.


Guna mengejar target tersebut, Kemnaker bakal mempererat koordinasi dengan pengelola kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK). Selain memperbarui kurikulum mengikuti arus teknologi, pemerintah juga berencana menambah 14 balai pelatihan baru pada 2027, sehingga totalnya menjadi 56 balai demi memastikan minimal satu provinsi memiliki satu balai pelatihan binaan.


Tak hanya menyasar lulusan SMA/SMK dan masyarakat umum, Kemnaker turut memberikan perhatian inklusif bagi penyandang disabilitas. Sepanjang tahun 2026, sebanyak 2.013 peserta disabilitas telah dibekali beragam keterampilan terapan, seperti menjahit dan barista, guna menunjang kemandirian ekonomi mereka.