BEKASI.POJOKSATU.ID - Pengembangan UMKM di Kota Bekasi masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait pemahaman manajemen usaha di kalangan pelaku usaha.
Kondisi ini membuat sebagian pelaku UMKM masih sangat bergantung pada bantuan pemerintah, khususnya dalam hal permodalan.
Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah terus berupaya mengatasi permasalahan tersebut dengan mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu mengelola usaha secara lebih mandiri dan profesional.
Kepala Diskop UKM Kota Bekasi, Herbert Panjaitan, mengatakan bahwa sektor UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Namun, penguatan sektor tersebut tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah, melainkan juga pada kesiapan pelaku usaha dalam mengembangkan kemampuan manajerial.
Menurut Herbert, salah satu kendala utama yang masih dihadapi adalah terbatasnya pemahaman pelaku UMKM mengenai manajemen kewirausahaan, mulai dari pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, hingga perencanaan usaha jangka panjang.
“Kendalanya di pemerintah juga ada kendala, di pelaku usaha juga ada kendala. Pemahaman manajemen wirausaha belum begitu dipahami sehingga para pelaku UMKM selalu mengandalkan bantuan dari pemerintah berupa bantuan modal,” ujarnya, dikutip dari Radar Bekasi, 11 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa ketergantungan terhadap bantuan modal dari pemerintah berpotensi menghambat kemandirian pelaku usaha jika tidak diimbangi dengan peningkatan kemampuan manajemen usaha.
Baca Juga: Gudang Semen di Bantargebang Dikeluhkan Warga, Begini Tindakan Dinas LH Kota Bekasi
Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya memberikan berbagai program pembinaan agar pelaku UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.
Pembinaan tersebut mencakup pelatihan manajemen usaha, pendampingan kewirausahaan, serta dukungan fasilitas yang dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk dan daya saing di pasar.
Selain itu, pemerintah juga mendorong terbentuknya berbagai sentra usaha yang dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mereka secara lebih terorganisasi.
Keberadaan sentra usaha ini diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat di tingkat lokal.
Herbert menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari para pelaku usaha itu sendiri.
Pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kemampuan manajerial dan memanfaatkan berbagai program pembinaan yang telah disediakan pemerintah.
Baca Juga: Tri Adhianto: Program Rp100 Juta per RW Jadikan Warga Bekasi Garda Terdepan Pembangunan
Dengan peningkatan kapasitas tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya bertahan di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
Tetapi juga mampu berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Pemerintah Kota Bekasi pun berharap melalui berbagai program pembinaan yang terus dilakukan, sektor UMKM dapat semakin kuat dan mandiri sehingga mampu menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi di Kota Bekasi.(adv)




