POJOKSATU.id, BEKASI - Pemerintah memperkirakan sekitar 123,8 juta orang akan melakukan perjalanan mudik atau meningkat 1,5 kali lipat dibanding 2022, yaitu sebanyak 85 juta orang lebih.

Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Ade Puspitasari memprakirakan jumlah pemudik semakin membludak karena dampak sudah dicabutnya PPKM.

"Saya prakirakan akan ada banyak warga rantauan yang ada di Jawa Barat akan mudik ke kampung halamannya, karena beberapa tahun belakangan ini pemerintah memberlakuan regulasi peniadaan mudik yang diatur dalam Surat Edaran Satgas Penanganan COVID-19 No. 13/2021," katanya, Minggu (16/4/2023).

BACA JUGA : Pemko Binjai Bersinergi Ciptakan Mudik Lebaran 2023 Aman dan Lancar

Pada mudik Lebaran 2022, sambung Ade yang akrab disapa Bang Kent ini menilai pemerintah telah berhasil menangani mudik Lebaran 2022 dengan cara kesiapan infrastruktur darat yang sangat mempengaruhi kelancaran lalu lintas mudik Lebaran 2022.

"Kesiapan infrastruktur darat cukup sangat berpengaruh memberikan kemanfaatan bagi masyarakat, sehingga mudik tidak menimbulkan kemacetan," tutur Ade Puspitasari.

Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat itu menuturkan dalam mudik Lebaran 2023, pemerintah harus lebih mempersiapkan dengan sebaik-baiknya.

BACA JUGA : Prediksi Pemudik Mulai Ramai Sore Ini, Ganjar Cek Kesiapan Layanan di Terminal Hingga Posko Lebaran

Harus antisipasi dari keamanan dan kenyamanan, persiapan jalur mudik, jalur penyebrangan, dan tarif moda transportasi.

"Karena slogan mudik Lebaran 2023 adalah 'Mudik Aman dan Berkesan'. Jadi pemerintah harus bisa memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat saat melakukan perjalanan mudik agar berkesan," imbuhnya.

Ade pun mengapresiasi beberapa strategi program mudik Lebaran 2023 gratis yang diselenggarakan oleh pemerintah.

BACA JUGA : GMC Sulsel Berangkatkan Puluhan Mahasiswa Rantau Pulang ke Kampung Halaman Melalui Mudik Gratis

Hal ini dilakukan agar menjaga keselamatan dan kenyamanan warga agar tidak menggunakan kendaraan roda dua saat mudik.