POJOKSATU.id - Pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi hingga saat ini menjadi sorotan dari DPRD Kota Bekasi karena masih jauh dari target yang telah ditetapkan.

Hingga awal bulan Juni 2023, PAD Kota Bekasi baru mencapai Rp 984.986.137.708 atau sekitar 31,65 persen dari target yang telah ditetapkan.

Berdasarkan data laporan mingguan dari 1-8 Juni 2023, terlihat bahwa target dan realisasi pendapatan daerah (PAD) Kota Bekasi tahun 2023 sebesar Rp 3.112.004.866.100, namun baru tercapai Rp 984.986.137.708.

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan menjadi kontributor terbesar dengan 76,93% dari total PAD Kota Bekasi. Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan merupakan kontributor terendah dengan hanya mencapai 9,83% dari target mereka.

"Memang, pada triwulan kedua ini, pencapaian PAD baru mencapai 31,65 persen," ungkap Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, pada hari Minggu, 25 Juni 2023.

Murfati menyoroti beberapa dinas di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi yang masih belum mencapai targetnya. Diantaranya adalah Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (9,98%), Dinas Tata Ruang (15,59%), Dinas Kesehatan (25,07%), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) (28,88%), serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (30,14%).

BACA JUGA: Akses Jalan Perumahan Green Village Dibeton, Warga Tidak Bisa Lewat

"Terdapat lima dinas yang masih jauh dari target 35 persen pada triwulan kedua ini, dan Disnaker bahkan belum mencapai 0 persen," tegasnya.

Murfati berharap dinas terkait dapat mencari terobosan untuk meningkatkan PAD sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Dia juga meminta PLT Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, untuk memberikan peringatan kepada dinas-dinas yang belum mencapai target.

Arahan dan evaluasi perlu dilakukan terhadap dinas-dinas yang belum mencapai target tersebut agar mereka dapat bekerja maksimal. Hal ini penting agar pembangunan dan program Pemerintah Kota Bekasi dapat berjalan dengan baik dan lancar.

"PLT Wali Kota harus segera mengevaluasi dinas-dinas yang belum mencapai target. Uang yang masuk melalui PAD digunakan untuk kelancaran pembangunan dan program kesejahteraan rakyat," pungkas Murfati.

Penulis: Adika F. Utomo
Editor: Andi Saddam