BEKASI.POJOKSATU.id – Pasar murah yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi hingga 12 Agustus 2025 diserbu warga. Selain menawarkan kebutuhan pokok dengan harga miring, kegiatan ini juga menjadi angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Pasar murah ini diadakan melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi sebagai langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan.

Lurah Teluk Pucung, Ismail Marjuki, mengatakan bahwa pasar murah merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan sekaligus bentuk nyata intervensi harga oleh pemerintah.

Baca Juga: 1.900 Kantong Beras Bantuan Pangan Disalurkan ke Warga Bojong Menteng

“Sesuai arahan Disdagperin, harga jual di pasar murah ini lebih rendah sekitar 10–15 persen dari harga umum. Ini hasil kerja sama antara Disdagperin dengan para penyedia,” ujar Ismail, Kamis, 31 Juli 2025.

Barang-barang yang dijual meliputi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, sabun, hingga jajanan sehari-hari. Menurut Ismail, warga Kelurahan Teluk Pucung menunjukkan antusiasme tinggi karena pasar murah benar-benar menjual produk yang mereka butuhkan.

“Tadi saya sempat berbincang dengan penyedia, mereka bilang warga Teluk Pucung ini antusias banget. Karena tahu barang di pasar murah ini memang dibutuhkan dan harganya jauh lebih murah,” ungkap dia.

Baca Juga: 1.900 Kantong Beras Bantuan Pangan Disalurkan ke Warga Bojong Menteng

Lebih dari sekadar transaksi jual beli, Ismail menekankan bahwa kegiatan ini juga mendorong pergerakan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM.

“Kami di sini juga melibatkan UMKM binaan Kelurahan Teluk Pucung dan Kota Bekasi. Ini bukti bahwa pasar murah ini turut mengangkat ekonomi masyarakat,” ujar dia.

Dengan harga yang terjangkau dan partisipasi UMKM, pasar murah di Teluk Pucung mencerminkan sinergi antara pemerintah dan warga dalam menciptakan ketahanan ekonomi dari akar rumput.***