BEKASI.POJOKSATU.id – Pasca kecelakaan kereta yang terjadi di wilayah Bekasi Timur, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat masih ada 19 korban yang hingga Minggu (3/5/2026), masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa saat ini fokus utama perusahaan adalah memastikan pemulihan berjalan optimal, baik dari sisi operasional maupun penanganan korban.
“Saat ini fokus kami adalah memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik, mendampingi pelanggan dan keluarga korban, serta menjaga keselamatan ke depan,” ujar Bobby, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, KAI tidak hanya berfokus pada perbaikan jalur dan layanan, tetapi juga memastikan seluruh korban mendapatkan perhatian penuh.
“Kami ingin memastikan seluruh korban mendapatkan pendampingan yang layak. KAI akan terus hadir dalam setiap proses yang dijalani para korban dan keluarga,” tegasnya.
Bobby juga menyebutkan bahwa langkah cepat dilakukan untuk mengembalikan operasional kereta agar kembali normal tanpa mengesampingkan aspek keselamatan.
“Pemulihan operasional menjadi prioritas, namun keselamatan tetap nomor satu. Kami tidak akan berkompromi dalam hal ini,” jelasnya.
Untuk memastikan kondisi di lapangan, Bobby turun langsung meninjau jalur utama dari Stasiun Manggarai hingga Stasiun Bekasi Timur.
Baca Juga : Perlintasan KA Ampera Dijaga Warga, Penghasilan Capai Rp50 Ribu Dalam Sejam
“Kami ingin memastikan seluruh lintas yang terdampak sudah aman dilalui, baik untuk Commuter Line maupun kereta api jarak jauh,” katanya.
Tak hanya itu, Bobby juga mengunjungi korban yang masih dirawat di RS Primaya Bekasi Timur dan Bekasi Barat.
“Kehadiran kami di rumah sakit adalah bentuk dukungan moril. Kami ingin korban dan keluarga tahu bahwa mereka tidak sendiri,” ucapnya.
Berdasarkan data KAI per pukul 07.00 WIB, sebanyak 81 korban telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
“Sebagian besar korban sudah pulang, namun masih ada 19 orang yang membutuhkan perawatan lanjutan. Kondisi mereka terus dipantau oleh tim medis,” ungkap Bobby.
Ia menambahkan, KAI akan terus melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Kami berkomitmen meningkatkan standar keselamatan dan melakukan evaluasi total agar insiden seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya.***




