BEKASI.POJOKSATU.id - Kondisi keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) atau RSUD Kota Bekasi yang tengah dililit utang dalam jumlah besar menimbulkan keresahan di kalangan pasien RSUD Kota Bekasi dan keluarga pendamping.
Kekhawatiran tersebut muncul seiring kabar krisis keuangan rumah sakit yang dinilai cukup serius, termasuk adanya kebijakan pemotongan remunerasi bagi pegawai. Situasi ini dikhawatirkan dapat berdampak langsung terhadap kualitas layanan kesehatan yang diterima masyarakat.
Salah satu keluarga pasien, Fahmi Utomo (32 tahun), warga Kecamatan Bekasi Utara, mengaku cemas setelah mengetahui informasi terkait kondisi keuangan RSUD Kota Bekasi. Saat ditemui ketika mengantar saudaranya berobat, Fahmi menyampaikan kekhawatirannya terhadap keberlangsungan pelayanan rumah sakit milik pemerintah tersebut.
Baca Juga: Tumpukan Sampah di Kaliabang Ceger Bertahan Enam Bulan, Warga Keluhkan Bau dan Rawan Kecelakaan
“Sempat mendengar berita di TV bahwa RSUD punya utang sampai Rp70 miliar. Takutnya kan berdampak ke pelayanan, apalagi ini milik pemerintah,” ujar Fahmi, Kamis, 15 Januari 2026.
Menurut Fahmi, pemangkasan gaji pegawai rumah sakit berpotensi memengaruhi kinerja tenaga medis, terutama dari sisi psikologis. Ia menilai kondisi tersebut bisa berdampak pada optimalisasi pelayanan kepada pasien.
“Informasinya kan ada pemotongan juga dari karyawan. Khawatirnya pelayanan tidak maksimal yang diberikan oleh perawat atau dokter kepada pasien karena adanya pemotongan itu,” tegasnya.
Baca Juga: Duh, Website RSUD Kota Bekasi Diretas
Ia berharap Pemerintah Kota Bekasi segera turun tangan memberikan solusi konkret atas persoalan keuangan RSUD, sehingga beban tidak dialihkan kepada pegawai yang berada di garda terdepan pelayanan kesehatan.
“Harapannya ke depan RSUD bisa berikan solusi, jangan ada lagi utang dan pemotongan karyawan. Jangan sampai pelayanan terganggu karena mereka yang langsung ketemu pasien,” kata dia mengakhiri.***




