BEKASI.POJOKSATU.id – Pedagang sapi di Pasar Baru Bekasi meluapkan keluhannya langsung di hadapan Tri Adhianto Tjahyono saat meninjau ketersediaan dan harga daging menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Keluhan itu disampaikan lantaran stok daging sapi dinilai semakin terbatas, sementara harga justru melonjak tajam di pasaran.
Salah satu pedagang, Soleh, mengaku saat ini terdapat pembatasan pengambilan sapi dari Rumah Potong Hewan (RPH). Kondisi tersebut membuat pasokan daging berkurang drastis dibandingkan hari biasa.
“Yang biasanya saya mengambil 5 ekor, sekarang dibatasi cuma 3 ekor saja. Sapinya juga kosong dan dibatasi,” ujar Soleh kepada awak media, Jumat (20/3/2026).
Tak hanya stok, harga daging sapi juga mengalami kenaikan signifikan. Soleh menyebut, harga yang sebelumnya telah disosialisasikan pemerintah sebesar Rp130 ribu per kilogram, kini melonjak hingga Rp180 ribu per kilogram.
Baca Juga : Arus Mudik Melandai, Polisi Evaluasi Penghentian One Way Nasional Lebih Cepat
“Harga yang disosialisasikan itu Rp130 ribu, tapi sekarang jadi Rp180 ribu. Karena barangnya kosong, jadi harganya naik,” tegasnya.
Kondisi ini membuat para pedagang kesulitan memenuhi kebutuhan konsumen, terlebih menjelang Lebaran di mana permintaan daging biasanya meningkat tajam.
Para pedagang pun berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan pasokan dan harga daging sapi di pasaran.
“Kami harap pemerintah bisa membantu, supaya kebutuhan daging ini tercukupi dan harga bisa kembali normal,” pungkasnya.***




