POJOKSATU.id, BEKASI - Wacana sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2024 menimbulkan pro-kontra dari berbagai pihak.

Pengurus partai politik di Kota Bekasi pun berbeda suara menanggapi hal ini.

Wakil Ketua Bidang Politik DPC PDIP Kota Bekasi Heri Purnomo secara pribadi dan partainya mendukung sistem proporsional tertutup di Pemilu, khususnya di Pileg 2024.

Herpur, sapaan dia, berpendapat dengan sistem itu wakil rakyat yang nantinya duduk di parlemen adalah benar-benar hasil kaderisasi nyata partainya. Dan tentunya, tak ada politik uang di sana.

BACA JUGA: Ini Target PKS Kota Bekasi pada Pemilu 2024

”Proporsional tertutup akan membuat parpol berlomba-lomba mencetak kader terbaiknya untuk bisa ditempatkan sebagai wakil rakyat, sehingga hal ini menghindari politik uang di tengah masyarakat,” tutur dia.

Sementara itu Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PAN Kota Bekasi Afrizal dengan tegas menolak bila sistem Pemilu 2024 diubah menjadi sistem proporsional tertutup, khususnya pemilihan legislatif (Pileg).

Hal itu menanggapi Judicial review (uji materi) Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu terkait sistem proporsional terbuka yang sedang diajukan kepada Mahkamah Konstitusi (MK).

”Kami tetap pegang teguh keputusan dari MK tahun 2008 yang batalkan Pasal 214 huruf a, b,c,d,e. Dari UU Pemilu Legislatif pasal-pasal itu mengenai penetapan calon legislatif yang menggunakan sistem nomor urut," jelas Afrizal kepada Radar Bekasi.id (grup pojoksatu .id) baru-baru ini.

BACA JUGA: Fahri Hamzah Ungkap Bahaya Besar Sistem Proporsional di Pemilu 2024, Mengarah Pada Komunis

"Maka kalau melihat sistem yang sudah ada dari tahun ke tahun atau dari 2009 sampai 2019 itu sistem yang digunakan proporsional terbuka,” sambung dia.

Menurut dia, sistem proporsional terbuka itu sudah sangat pas dan jujur dan adil.

Bahkan, dengan sistem itu lebih fair bagi para caleg maupun pemilih, agar orang yang dipilih benar-benar atas pilihan rakyat dan benar-benar sebagai wakilnya di parlemen guna memperjuangkan kepentingan orang banyak. (miftah/radarbekasi.id/andi saddam/pojoksatu.id)