POJOKSATU.id, KABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi menjalin kerja sama antar daerah sebagai kolaborasi pengendalian inflasi pangan demi memenuhi kebutuhan bahan pokok penting. Kerja sama ini terjalin dalam Gerakan Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan (GNPIP) se-Pulau Jawa secara serentak.

Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan, sebagai daerah konsumen pihaknya perlu menjamin ketersediaan kebutuhan bahan pokok penting dengan menjalin kerja sama dengan daerah produsen lainnya.

“Kerja samanya dalam bentuk pemenuhan kebutuhan bahan pokok penting yang kita jalin bersama dengan Kabupaten Subang dan Kabupaten Garut. Jadi ketika nanti Kabupaten Bekasi mengalami kelangkaan bahan pokok penting tersebut, maka pihak produsen akan memenuhi dan tidak menjual ke daerah lainnya,” ucapnya usai menghadiri GNPIP di Purwakarta, Rabu (5/4/2023).

Dia menjelaskan, kebutuhan bahan pokok penting yang dapat disuplai dari daerah produsen biasanya seperti, cabai, tomat dan bawang. Meskipun saat ini kondisi stok kebutuhan pokok penting di Kabupaten Bekasi masih terkendali, tapi kerja sama tersebut bertujuan untuk menghindari kelangkaan kebutuhan pokok penting di Kabupaten Bekasi.

Sehingga, nantinya kedua daerah tersebut akan memfasilitasi kebutuhan pokok penting untuk Kabupaten Bekasi sebagai prioritas agar kelangkaan dan kenaikan harga bisa dicegah serta inflasi terkendali.

“Kita memang produsen pokok untuk beras sehingga stoknya masih memadai, jadi kerjasama kita meliputi untuk suplai komoditas sayuran. Maskipun di beberapa daerah sendiri ada yang memproduksi sayuran tetapi mungkin masih kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Pemkab Bekasi juga mengantisipasi terjadinya kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Hari Raya Idul Fitri. Seperti rempah-rempah, telur ayam, daging ayam dan daging sapi.

“Jadi strategi pertamanya adalah kerjasama dengan daerah produsen, strategi kedua adalah dengan menyalurkan sebagian stok pangan kita ke orang-orang kurang mampu dengan operasi pasar pangan murah,” ungkapnya.

Sementara kegiatan operasi pasar pangan murah bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan kebutuhan pokok penting dengan harga terjangkau. Sebab apabila terjadi kenaikan komoditas dan terjadinya kenaikan, maka permintaan di atas normal.

“Kalau sudah seperti itu, biasanya pembayar yang tertinggi saja yang akan mendapatkan kebutuhan pokok atau siapa yang punya uang yang bisa beli. Nah ini yang kita hindari dengan pasar pangan murah, jadi orang yang kurang mampu juga dapat mengakses kebutuhan mereka,” katanya.(enr)