BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menginisiasi program Zero Emission Zone (ZEZ) untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) dan meningkatkan kualitas udara.

Dalam mendukung inisiatif ini, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Dinas Perhubungan Provinsi Jabar mengundang kepala daerah untuk menghadiri Focus Group Discussion (FGD) terkait pencanangan program tersebut.

Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Preanger, Kota Bandung, Senin, 23 Desember 2024.

Baca Juga: Data H-2 Libur Nataru: Lonjakan Lalu Lintas Hingga 40 Persen di Gerbang Tol Cikampek Utama

Salah satu yang hadir adalah Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi, Gani Muhamad, bersama Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, dan Kepala Bapelitbangda, Dinar Faisal Badar.

Program Zero Emission Zone (ZEZ) bertujuan menciptakan area yang hanya mengizinkan kendaraan tanpa emisi.

Langkah ini selaras dengan komitmen global untuk mengurangi dampak perubahan iklim, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Melalui FGD ini, pemerintah kabupaten/kota diharapkan memahami pelaksanaan program ZEZ secara menyeluruh, mulai dari penyusunan kebijakan hingga monitoring.

Baca Juga: Polres Metro Bekasi Kota: Puncak Arus Mudik Nataru Telah Terjadi

Acara ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kendaraan listrik dalam menekan emisi karbon di sektor transportasi.

Pj. Wali Kota Bekasi, Gani Muhamad, menyampaikan komitmennya terhadap pelaksanaan program ini.

“Mengatasi permasalahan polusi penting untuk mewujudkan green environment. Kami menyambut baik program ini," ucap dia.

Gani yakin perencanaan, pengawasan, dan implementasi yang matang dapat membuahkan manfaat optimal bagi masyarakat.***