BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Bekasi menyoroti persoalan daya tampung sekolah negeri dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hantavirus.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, saat memimpin apel pagi gabungan aparatur Pemkot Bekasi, Senin, 18 Mei 2026.
Menurut Abdul Harris, jumlah lulusan SD di Kota Bekasi tahun ini mencapai 34.893 siswa, sementara daya tampung SMP negeri hanya tersedia sebanyak 18.957 kursi.
Baca Juga: Plh Wali Kota Bekasi Beri Penghargaan Atlet Savate dan Kampung Keluarga Berkualitas
Kondisi itu membuat lebih dari 15 ribu siswa berpotensi tidak tertampung di sekolah negeri apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan Kota Bekasi bersama jajaran kecamatan memberikan informasi yang transparan terkait proses penerimaan peserta didik baru.
Selain sekolah negeri, masyarakat juga diminta memahami alternatif pendidikan lain seperti sekolah swasta maupun program keterampilan bagi pelajar.
Di sisi lain, Pemkot Bekasi turut meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hantavirus yang dilaporkan mulai ditemukan di Indonesia.
Baca Juga: Satu Jamaah Haji Asal Bogor Meninggal Dunia di Arab Saudi, Cuaca Panas Jadi Sorotan
Abdul Harris meminta Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan seluruh puskesmas memperkuat langkah deteksi dini, edukasi masyarakat, hingga pengendalian kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Ia berharap seluruh jajaran Pemkot Bekasi terus memperkuat sinergi dan bergerak cepat demi meningkatkan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat.***




