POJOKSATU.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Karyoto mengaku prihatin masyarakat yang mudik ke kampung halamannya menggunakan bajaj dan juga Gerobak Motor (Baktor).

Karyoto menerangkan, bahwa mudik menggunakan kendaraan itu sendiri rendah kecepatannya dan juga dapat membahayakan.

"Saya sebenarnya prihatin melihat bajaj pulang kampung dengan perjalanan berjam-jam, ini kita prihatin," ucap Karyoto, pada Jumat 21 April 2023.

Dia meminta kepada masyarakat yang masih mudik menggunakan bajaj dan juga Baktor itu sendiri, harus mengikuti program Mudik Gratis.

BACA JUGA: Tri Adhianto: Pendatang Jangan Jadi Beban Kota Bekasi, Tapi…

Sehingga pada tahun depan tidak ada lagi jenis Baktor dan juga Bajaj tidak lagi digunakan untuk mudik lebaran.

"Nanti kami perintahkan Dirlantas dan kapolres untuk tahun yang akan datang kalau bisa yang (ikut) mudik gratis seperti ini (pemudik bajaj dan baktor) yang didahulukan," tutur dia.

Kata dirinya, bahwa pemudik yang mudik ke kampung halamannya seringkali ditemukan dengan menggunakan Baktor dan juga Bajaj.

Karyoto Terkadang satu jenis kendaraan tersebut membawa hingga lima penumpang dan barang.

"Dia juga bisa membawa beban sampai lima orang, nah ini sangat berbahaya, jadi kalau bisa mudik tahun depan tidak ada bajaj dan baktor," ujarnya.

BACA JUGA: Pemudik Masih Serbu Agen Bus di Jalan Joyomartono

Karyoto juga mengimbau kepada pemudik yang menggunakan sepeda motor agar memanfaatkan pos-pos pelayanan untuk beristirahat.

Karena di dalam pos pelayanan disediakan berbagai fasilitas secara gratis untuk pemudik.

"Kalau lelah ya istirahat di pos, karena ini sudah sangat nyaman, ada toilet, ada tempat pijat juga, bahkan ada makanan juga dan ini gratis semua," tutup dia.

Penulis: Adika F. Utomo
Editor: Andi Saddam