BEKASI.POJOKSATU.ID - Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyiagakan tenaga medis di empat jalur utama mudik selama 24 jam penuh guna mengantisipasi kondisi darurat kesehatan selama arus mudik dan libur Idulfitri 1447 Hijriah.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan para pemudik yang melintasi wilayah Kota Bekasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraeni, menegaskan bahwa kesiapsiagaan tenaga medis menjadi prioritas selama periode mudik Lebaran.

Menurutnya, mobilitas masyarakat yang meningkat signifikan berpotensi menimbulkan berbagai risiko kesehatan, mulai dari kelelahan, dehidrasi, hingga kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga: Fenomena Tahunan Jelang Idulfitri, Harga Daging Sapi di Pasar Bekasi Kembali Naik hingga Rp160 Ribu per Kg

“Di setiap titik kami menyiapkan satu dokter, satu paramedis, serta satu pengemudi ambulans yang berjaga selama 24 jam,” ujar Satia, dikutip dari Radar Bekasi, 17 Maret 2026.

Empat jalur utama yang menjadi fokus pengamanan kesehatan merupakan titik-titik dengan volume kendaraan tertinggi saat arus mudik.

Di lokasi tersebut, posko kesehatan didirikan untuk memberikan pelayanan cepat tanggap bagi pemudik yang membutuhkan pertolongan medis.

Selain menyediakan tenaga kesehatan, Dinkes juga menyiapkan ambulans lengkap dengan peralatan medis dasar untuk penanganan kegawatdaruratan.

Baca Juga: BPBD Bekasi Keluarkan Peringatan Penting untuk Pemudik, Cuaca Ekstrem Mengintai

Jika ditemukan kasus yang memerlukan perawatan lanjutan, pasien akan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat, baik puskesmas maupun rumah sakit.

Satia menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan di posko mudik tidak hanya difokuskan pada penanganan kecelakaan lalu lintas, tetapi juga berbagai keluhan kesehatan ringan yang kerap dialami pemudik, seperti pusing, tekanan darah tinggi, gangguan lambung, hingga kelelahan akibat perjalanan jauh.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang melintas di Kota Bekasi tetap merasa aman. Jangan sampai kondisi kesehatan terganggu karena perjalanan panjang tanpa persiapan,” katanya.

Ia juga mengimbau para pemudik untuk memanfaatkan posko kesehatan jika merasa kurang sehat dan tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan.

Menurutnya, istirahat yang cukup dan pemeriksaan kesehatan singkat dapat mencegah risiko yang lebih besar di perjalanan.

Kesiapan tenaga medis di jalur mudik ini melengkapi langkah Dinkes Kota Bekasi yang sebelumnya telah menyiagakan 16 puskesmas beroperasi 24 jam selama masa Lebaran.

Baca Juga: Muhammadiyah Gelar Salat Idulfitri 20 Maret 2026, Ini 12 Lokasi di Kabupaten Bekasi

Sinergi antara posko mudik dan fasilitas layanan kesehatan diharapkan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.

“Menjaga kesehatan merupakan hal yang mutlak kita lakukan. Karena itu Dinas Kesehatan berkomitmen memberikan pelayanan penuh kepada masyarakat,” tegas Satia.

Dengan dukungan tenaga medis yang siaga tanpa henti di jalur utama, Pemerintah Kota Bekasi berharap arus mudik tahun ini dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan minim risiko kesehatan, sehingga para pemudik dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga dengan selamat.***