BEKASI.POJOKSATU.id - Ratusan penumpang di Terminal Induk Kota Bekasi belum berangkat ke kampung halamannya sejak tadi pagi, Minggu, 7 April 2024.

Karena, banyak bus-bus yang mengarah ke Terminal Bekasi masih tertahan di wilayah Sumatera akibat kemacetan di area Pelabuhan Merak.

Selain kemacetan di area Pelabuhan Merak, beberapa bus juga terjebak kemacetan di ruas Jalan Pantura imbas sistem oneway yang diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek.

Baca Juga: Bus Terjebak Macet, Calon Penumpang di Terminal Bekasi Menunggu Lebih Lama

Pantauan bekasi.pojoksatu.id di lokasi Terminal Induk Kota Bekasi, beberapa calon pemudik yang ingin ke kampung halamannya masih tertahan di Terminal Bekasi.

Ranggal 3 April hingga tanggal 6 April 2024, sudah 8.768 penumpang yang sudah meninggalkan Kota Bekasi melalui Terminal Induk Kota Bekasi.

Kepala Terminal Induk Kota Bekasi Hermawan mengakui keterlambatan bus masuk Terminal Bekasi membuat penumpukan penumpang.

Baca Juga: Bus Terjebak Macet, Calon Penumpang di Terminal Bekasi Menunggu Lebih Lama

"Tadi ada sedikit penumpukan karena keterlambatan. Info awal dari PO mereka tertahan di Merak dan daerah-daerah lain, tetapi bus sedang mengarah ke sini," jelas Hermawan, kepada bekasi.pojoksatu.id, Minggu 7 April 2024.

"Infonya di daerah Merak macet, jadi tertahan harusnya sudah kembali ke sini terminal, karena tertahan jadi telat datengnya," tambah dia.

Untuk mengantisipasi semakin parahnya penumpukan penumpang di Terminal Bekasi, pihaknya meminta perusahaan otobus (PO) untuk menyediakan armada tambahan.

"Untuk bus tambahan, kita pergunakan, kita antisipasi jangan sampai ada penumpang yang sudah membeli tiket tidak terangkut," ucap dia.

Hermawan mengatakan regulasi penambahan bus yakni ketika bus-bus reguler sudah habis di Terminal Bekasi, namun penumpang masih banyak maka penambahan bus akan dilakukan.

"Jadi ketika regulernya sudah habis, kita hubungi PO agar mengeluarkan bus cadangan untuk mengangkut penumpang-penumpang yang sudah membeli tiket," demikian kata dia.***