BEKASI.POJOKSATU.ID - Kasus pencurian perhiasan di Toko Emas Sumber Jaya yang berada di kawasan Pasar Bantargebang, Kota Bekasi disebut telah terjadi berulang kali dalam beberapa tahun terakhir.

Pemilik toko, Alit, mengungkapkan bahwa aksi pencurian tersebut diduga dilakukan oleh dua orang wanita yang menjalankan modus serupa setiap kali beraksi.

“Kejadian pencurian toko emas yang dilakukan oleh emak-emak itu sudah terjadi sejak tahun 2020,” kata Alit, Senin, 16 Maret 2026.

Baca Juga: Dua Emak-Emak Curi Emas di Pasar Bantargebang, Aksi Terekam CCTV

Menurutnya, para pelaku memanfaatkan situasi toko yang sedang ramai serta kelengahan penjaga toko untuk melancarkan aksinya. Kedua pelaku biasanya datang bersama dengan menutupi sebagian besar wajah mereka.

“Pelaku selalu berdua. Saat beraksi mereka menutupi wajah sehingga hanya bagian mata yang terlihat,” ujarnya.

Alit menjelaskan, target utama pelaku adalah gelang emas karena lebih mudah dipakai di tangan saat berpura-pura mencoba perhiasan.

Baca Juga: Komplotan Perampok Bobol Brankas SPBU Babelan Bekasi, Uang Rp130 Juta Dibawa Kabur

Biasanya, pelaku meminta karyawan toko mengeluarkan beberapa perhiasan sekaligus dengan alasan ingin melihat-lihat sebelum membeli.

“Mereka biasanya meminta karyawan mengeluarkan tiga perhiasan sekaligus,” jelasnya.

Dalam beberapa kejadian sebelumnya, barang yang diambil berupa gelang rantai seberat sekitar 25 gram dengan kadar emas 75 persen. Modus tersebut kembali terjadi pada tahun-tahun berikutnya hingga 2023 dengan jenis barang yang hampir sama.

Sementara pada kejadian terbaru tahun ini, pelaku membawa kabur gelang jenis keloncong.

Alit memperkirakan kerugian yang dialami tokonya setiap tahun mencapai sekitar Rp15 juta. Perhiasan yang paling sering menjadi sasaran adalah gelang rantai maupun emas murni.

Baca Juga: Pelarian Berakhir di Cilincing, Polisi Ringkus Pelaku Perampokan Maut di Pondok Gede

Kasus pencurian tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian di Polsek Bantargebang dengan menyertakan bukti rekaman kamera pengawas.

“Rekaman CCTV sudah kami serahkan ke polisi. Para pelaku selalu beraksi berdua,” tutup Alit.***