POJOKSATU.id - Bekasi Raya, baik kota maupun kabupaten, menjadi salah satu tujuan urbanisasi di samping kota besar seperti Jakarta.
Jangan salah, di Kabupaten Bekasi, ada 13 kawasan industri dengan jumlah perusahaan mencapai 3.000 ribuan.
Gak salah Bekasi sering dilabeli sebagai daerah dengan 'Kawasan Industri Terbesar se-Asia Tenggara'.
Label itu kerap kali digaungkan oleh kepala daerah saat memberi sambutan dalam acara resmi.
Banyak orang yang tergiur datang ke Bekasi dengan berbagai alasan, salah satunya mengincar pujaan hati.
Tapi, gak sedikit juga orang yang ingin mengadu nasib di Bekasi untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
Bagaimana tidak, upah minimum kabupaten (UMK) Bekasi tahun 2022 mencapai Rp5.137.574.
Jika kamu bekerja sebagai operator di perusahaan otomotif bonafide di kawasan industri, bukan tidak mungkin kamu mengantongi gaji hingga belasan juta.
BACA JUGA: Begini Cara Pemkab Bekasi Antisipasi Pendatang Pasca Lebaran
Tepat pada momen 1 Mei 2023 atau May Day, Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan bakal kembali mengoptimalkan Satgas Penanggulangan Pengangguran.
Hal ini, karena banyak warga Kabupaten Bekasi yang tidak masih menganggur.
Meski tinggal di wilayah industri, tidak ada jaminan warga Kabupaten Bekasi mudah masuk kerja di PT yang ada.
Satgas Penganggulangan Pengangguran itu bakal digencarkan demi memprioritask tenaga kerja lokal di Kabupaten Bekasi.
Nah, kalau kamu datang ke Bekasi, otomatis kamu harus siap bersaing dengan angkatan kerja lokal.
Oleh karena itu, Bupati Bekasi minta pendatang juga tidak bergantung lapangan kerja di sektor industri saja.
BACA JUGA: Tri Adhianto: Pendatang Jangan Jadi Beban Kota Bekasi, Tapi…
Pendatang juga harus dapat berkecimpung di dunia wirausaha demi membuka lapangan pekerjaan masyarakat.
Senada dengan hal itu, Pelaksana Tugas Wali Kota Bekasi Tri Adhianto juga mengatakan hal yang kurang lebih sama nih.
Tri meminta pendatang tidak menambah beban bagi Kota Bekasi yang berdekatan dengan ibu kota.
"Tetapi justru dapat membuka lapangan pekerjaan dengan potensi yang ada," ucap Tri.
Kota Bekasi berpenduduk 2,3 juta jiwa berpotensi secara ekonomi, sehingga menjadi pasar yang luar biasa bagi pendatang yang berwira usaha.
“Datang ke kota jangan jadi beban tapi juga sebagai pendorong untuk kemudian berkembangnya kota yang ada,” demikian kata Tri.
Nah, bagaimana dengan kamu? Bekal apa yang sudah disiapkan sebelum merantau ke Bekasi nih?
Bekasi terbuka untuk siapa saja yang ingin bekerja keras mencapai impiannya.
Ada satu pantun untuk kamu nih: Beli obat di Pasar Kranji, harus kuat merantau di Bekasi.
Penulis: Andi Saddam
Editor: Andi Saddam




