POJOKSATU.id - Pengamat Sosial Dan Dosen Komunikasi Sosial di Institute Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi, Hamluddin, berpendapat lambatnya tanggapan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terhadap kritik masyarakat menyebabkan adanya peretasan pada layar LCD (running text) yang menyudutkan instansi Pemkot Bekasi.

"Mungkin ada masyarakat yang merasa aduan mereka tidak direspon dengan cepat oleh Pemkot Bekasi dan merasa bahwa tanggapannya lambat," tutur dia, baru-baru ini.

Hal ini, menurut Hamludin, menjadi alasan bagi pelaku peretasan untuk mencari cara lain dalam menyampaikan aspirasi kepada Pemkot Bekasi.

"Pelaku mencari ruang untuk menyampaikan pendapatnya melalui peretasan running text," ungkap Hamluddin.

Namun, menurut Hamluddin, Pemkot Bekasi sebenarnya telah menyediakan ruang bagi masyarakat untuk bersuara melalui komentar di media sosial pribadi Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono.

BACA JUGA: Polres Metro Bekasi Dalami Kasus Peretasan Running Text

Meski demikian, ia menganggap bahwa upaya tersebut masih belum efektif, karena tidak semua masyarakat mendukung metode tersebut.

"Tapi tentu ada yang setuju dan tidak setuju dengan model itu atau ada (masyarakat) yang sudah antipati sehingga selalu dilihat dengan perspektif berbeda atau salah," ungkap dia.

Peretasan running text terjadi di 2 lokasi, yaitu di depan Gedung Asrama Embarkasi Haji Jakarta-Bekasi dan RSUD Bantargebang.

BACA JUGA: Plt Wali Kota Bekasi Minta Polisi Usus Kasus Peretasan Running Text

Di kedua tempat tersebut, terdapat kalimat umpatan yang ditujukan kepada Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.

Penulis: Adika F. Utomo
Editor: Andi Saddam