BEKASI.POJOKSATU.id – Perlintasan kereta api (KA) sebidang di Jalan Ampera, Bekasi, dijaga secara swadaya oleh warga setempat.
Dari aktivitas tersebut, para penjaga bahkan bisa meraup penghasilan hingga Rp30 ribu sampai Rp50 ribu dalam waktu satu jam.
Salah satu penjaga perlintasan, Hendrik, mengungkapkan bahwa sistem penjagaan dilakukan secara bergiliran oleh warga. Dalam satu hari, terdapat sekitar 10 orang yang bertugas dengan durasi jaga yang berbeda-beda.
“Dibagi-bagi, ada yang sejam, ada yang dua jam,” ujar Hendrik kepada wartawan, Minggu (3/5/2026).
Ia menegaskan bahwa para penjaga perlintasan tersebut bukan berasal dari organisasi kemasyarakatan (ormas), melainkan murni inisiatif warga sekitar.
“Kalau di sini sih enggak ada ormas, Bang. Enggak ada ormas. Emang dari swadaya warga, dari warga aja, inisiatif sendiri,” tegasnya.
Baca Juga : Langkah Konkret Dedi Mulyadi Tangani Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Menurut Hendrik, keberadaan penjaga sangat membantu mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan tersebut. Sebab, sebelum ada penjagaan, masih banyak pengendara yang nekat menerobos saat kereta akan melintas.
“Sebelum dikasih palang ini, banyak yang menerobos pengendara,” tuturnya.
Ia juga mengaku tidak keberatan apabila ke depan pemerintah akan memasang palang pintu resmi di perlintasan tersebut. Bahkan, langkah itu dinilai dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Kalau dipasang palang dari pemerintah, ya enggak masalah. Malah bagus buat keamanan,” tandasnya.***




