BEKASI.POJOKSATU.id - Puluhan petani di Mustikajaya, Kota Bekasi, yang tergabung dalam Kelompok Tani Benda Jaya, terpaksa merogoh kocek lebih dalam demi pengairan sawah.

Ketua Kelompok Tani Benda Jaya, Niman, mengungkapkan harus mengeluarkan biaya tambahan Rp2 juta untjk menyedot air agar sawah teraliri air.

Beruntung para petani tetap bisa melakukan panen kedua tahun ini di lahan seluas 3 hektare itu.

Baca Juga: Puluhan Pelajar Asal Cileungsi Tepergok Hendak Tawuran di Narogong

"Kemarau panjang seperti ini sangat berdampak bagi para petani apalagi dari segi pengeluarannya," tutur dia.

Sementara itu, anggota fraksi PDI-P DPRD Kota Bekasi, Tumai menjelaskan para petani bisa membuktikan dengan memanfaatkan lahan tidur milik salah satu perusahaan BUMN untuk lahan pertanian.

"Kami mendorong pemerintah untuk memperhatikan keberadaan para petani, dengan sesuai tujuan Pemerintah yakni membangun ketahanan pangan," demikian kata dia.***