POJOKSATU.id, KOTA BEKASI - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi kesulitan dengan akses air bersih untuk pemadaman api.


Ketika air di truk pemadam habis, terpaksa petugas kembali ke markas atau berkoordinasi dengan pos damkar terdekat untuk perbantuan pemadaman.


Dari 79 titik hidran di Kota Bekasi, sebagian besar dalam kondisi rusak sehingga tidak bisa digunakan untuk suplai air bersih.


Air kotor untuk pemadaman api tidak bisa menjadi opsi bagi petugas damkar.


BACA JUGA: Petugas Damkar Kota Bekasi Kesulitan Cari Air Bersih, Banyak Hidran Juga Rusak


“Saya tidak mungkin menyedot air dari kali yang kotor, harus air yang bersih agar mobil awet. Nah, ini menjadi kendala," ucap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Aceng Solahudin, Senin, 13 Maret 2023.


Aceng mengatakan sudah memberitahu Pelaksana Tugas Wali Kota Bekasi Tri Adhianto atas hal tersebut.


Solusinya jangka pendek atas pasokan air bersih yang kurang, kata Aceng, Damkar berencana mencoba menggunakan sumber air berasal dari sumur artesis, ataupun air bersumber dari PDAM.


“Kita tidak mungkin menggunakan sumber air kotor atau air kali yang tercemar, terkontaminasi, tidak mungkin," tutur dia.


"Artinya, pemerintah ke depan akan melakukan upaya pembangunan jaringan hidran pilar di wilayah perkotaan atau di wilayah kecamatan, yang memang belum ada sumber air. Ini mungkin akan kita lakukan selanjutnya,” demikian kata dia. (Adika F Utomo)