BEKASI, POJOKSATU.id - Penetapan status tersangka terhadap Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Dar Et Tauhid, Muhammad Hifzhi Hazzhami, atas dugaan kasus kekerasan seksual terhadap sejumlah santriwati menuai reaksi kaget dari warga sekitar. Pria yang juga putra dari pendiri lembaga pendidikan tersebut selama ini dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan dan membaur di lingkungan tempat tinggalnya.
Seorang warga setempat berinisial N mengungkapkan, warga sama sekali tidak mengira sosok tersangka akan terseret dalam perkara hukum kejahatan seksual. Menurutnya, tersangka dikenal taat beragama, kerap mengisi ceramah seusai salat subuh setiap Sabtu, serta rutin memboyong para santrinya untuk berpartisipasi dalam pengajian di masjid agung lingkungan setempat setiap bulan.
“Hubungannya dengan warga selama ini baik dan guyub. Setiap sebulan sekali, dia datang ke masjid besar di lingkungan kami dengan membawa seluruh santrinya, baik santriwan maupun santriwati,” kata N, Senin, 12 Oktober 2026.
N menambahkan, sebelum dipercaya mengelola dan memimpin pondok pesantren, tersangka berprofesi sebagai tenaga pendidik. Keseharian di lingkungan pesantren pun dinilai berlangsung wajar sebagaimana aktivitas pendidikan Islam pada umumnya, tanpa pernah terindikasi adanya hal yang mencurigakan.
Hingga kasus dugaan kekerasan seksual tersebut akhirnya terungkap dan ditangani oleh pihak kepolisian, tidak pernah ada santriwati maupun pihak keluarga yang mengadukan indikasi penyimpangan tersebut kepada warga sekitar.




