BEKASI.POJOKSATU.id - Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Kota Bekasi menghadapi sejumlah kendala teknis setelah banyak siswa mengalami gangguan jaringan saat mengikuti kegiatan belajar secara daring melalui aplikasi Zoom.

Masalah tersebut muncul karena proses pembelajaran berlangsung serentak di berbagai kelas, sehingga koneksi internet dan sistem pendukung mengalami perlambatan yang berdampak pada kelancaran kegiatan belajar mengajar.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengatakan gangguan tersebut diduga terjadi akibat tingginya penggunaan aplikasi pembelajaran dalam waktu yang bersamaan.

"Kayaknya nge-lag karena digunakan secara serentak oleh kelas 7, 8, dan 9. Jumlah kelasnya mencapai 26," ujar Tri, Selasa, 8 September 2026.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Terapkan PJJ 8–9 September, Antisipasi Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Menurut Tri, persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Bekasi untuk meningkatkan kesiapan infrastruktur teknologi yang digunakan dalam mendukung pembelajaran daring.

Ia menilai sistem yang ada perlu diperbarui agar mampu menampung aktivitas belajar online secara bersamaan tanpa mengalami gangguan.

"Jadi ini teknologinya yang harus kita update," katanya.

Tri menegaskan, pemerintah ingin memastikan kebijakan PJJ tetap memberikan layanan pendidikan yang optimal bagi seluruh peserta didik meskipun proses belajar dilakukan dari rumah.

"Tentu saya ingin memastikan PJJ berjalan dengan baik dan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikannya," ucapnya.

Ia menambahkan, kendala teknis seperti gangguan jaringan tidak boleh menghambat proses belajar mengajar karena kualitas layanan pendidikan tetap menjadi prioritas.

Sebagai contoh, di SMPN 14 Kota Bekasi terdapat 26 rombongan belajar dari kelas VII, VIII, dan IX yang mengikuti pembelajaran daring secara bersamaan. Kondisi tersebut dinilai memberikan beban cukup besar terhadap sistem teknologi yang digunakan.

Baca Juga: Ade Puspitasari Serahkan Alat Kesehatan untuk Posyandu Jatikramat, Dukung Deteksi Dini Kesehatan Warga

Karena itu, Pemkot Bekasi akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dukungan infrastruktur digital agar pelaksanaan PJJ ke depan dapat berlangsung lebih efektif dan stabil.

Selain aspek teknologi, Tri juga berharap siswa tetap merasa nyaman selama mengikuti pembelajaran dari rumah tanpa terbebani persoalan teknis.

"Saya ingin anak-anak tetap dalam kondisi baik dan bisa belajar dengan nyaman," tuturnya.

Melalui evaluasi tersebut, Pemerintah Kota Bekasi berupaya meningkatkan kualitas sistem pembelajaran daring sehingga pelaksanaan PJJ dapat berjalan lebih lancar dan mendukung proses belajar siswa secara maksimal.***