BEKASI.POJOKSATU.id - Calon Walikota Bekasi, Tri Adhianto, akan menyiapkan program kesehatan mental yang berfokus pada aksesibilitas dan inklusivitas bagi seluruh warga Kota Bekasi sebagai respon atas isu tingginya tingkat depresi di Kota Bekasi.

Tri Adhianto menekankan pentingnya layanan kesehatan mental yang lebih dekat dan mudah diakses, sehingga tidak ada warga yang merasa sendirian dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

“Kesehatan mental merupakan prioritas utama, karena tantangan hidup di Kota Bekasi sangat besar. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga memiliki akses ke layanan yang mendukung kesejahteraan mental mereka, terlebih banyak warga yang belum bisa menjangkau layanan psikolog,” ungkap Tri Adhianto saat ditemui di Bekasi Selatan, Kamis, 14 November 2024.

Sebagai langkah awal, Tri Adhianto akan menghadirkan layanan konseling gratis di tempat-tempat umum yang semi-tertutup dan bersifat nonformal, seperti di area car free day dan taman-taman kota.

Baca Juga: 15 Hari Jelang Pilkada Bekasi, Elektabilitas Tri Adhianto-Harris Bobihoe Meningkat

Dengan mendekatkan layanan ini ke ruang publik, diharapkan masyarakat dapat lebih nyaman dan mudah mengakses bantuan psikologis dalam suasana yang lebih santai. Program kesehatan mental ini dirancang bagi seluruh kelompok usia, termasuk lansia.

Tri Adhianto juga berencana menghadirkan tenaga ahli untuk mendampingi siswa, guru, dan dosen yang menghadapi tekanan psikologis, termasuk dalam menangani kasus bullying di sekolah.

Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk memastikan kesehatan mental generasi muda tetap terjaga, menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, dan mendukung perkembangan mereka.

Baca Juga: Bantah Tudingan, Tri Adhianto Tegaskan Komitmen Birokrasi Bebas dari Korupsi

Dukungan ini diperkuat dengan kehadiran layanan hotline Curhat Teman, yang siap melayani warga 24 jam. Layanan ini memungkinkan warga untuk mendapatkan dukungan emosional kapan saja mereka membutuhkannya.

Tri Adhianto juga mengingatkan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga ahli dalam menangani masalah kesehatan mental dan menghindari self-diagnosis yang dapat memperburuk kondisi. 


“Self-diagnosis bukan solusi, tetapi dengan konsultasi kepada ahli, nah untuk itu beberapa solusi tadi harapannya bisa menjawab persoalan warga soal mental health,” tambahnya.

Isu kesehatan mental, menurut Tri Adhianto, adalah tanggung jawab semua pihak. “Kami hadir sebagai teman dan pelindung bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan hidup,” katanya. ***