BEKASI.POJOKSATU.id - PT Migas (Perseroda) selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diharapkan dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Bekasi justru sebaliknya sejak 2009 merugi dan menjadi beban keuangan daerah.

PT Migas Perseroda baru bisa menyetorkan Deviden pada Oktober 2022 sebesar Rp200 juta dan April 2023 ini menambah deviden sebesar Rp100 juta menjadi total Rp300 juta yang telah disetorkan.

Direktur PT Migas (Perseroda) Kota Bekasi Apung Widadi menerangkan PT Migas selama 12 tahun tidak pernah mendapatkan keuntungan, namun baru 2 tahun belakangan baru mendapatkan keuntungan dan bisa menyumbangkan PAD.

Baca Juga: Belajar dari Kericuhan di Bekasi Barat, Operasi Pasar Murah Bekasi Utara Lebih Tertib

"Untuk tahun 2023 kita baru bisa menyerahkan kepada Pemkot Bekasi sebesar Rp 300 juta dan untuk target tahun ini bisa menyumbangkan Rp 850 juta," ungkap Apung, kepada awak media, Kamis, 22 Februari 2024.

Pihaknya juga berjanji, akan terus meningkatkan Pendapatan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk menyetorkan PAD.

"Insyaallah kami terus meningkatkan pendapatan untuk pemasukan kepada Pemkot Bekasi," tutur dia.

Sementara itu, Penjabat (PJ) Walikota Bekasi Muhammad Raden Gani, menerangkan akan memberikan support kepada PT Migas Perseroda tersebut untuk mengembangkan perusahaannya.

Baca Juga: Selain Beras, Apa Saja yang Bisa Dibeli di Pasar Murah Kota Bekasi?"mudah-mudahan nanti bisa kita support dari Pemda semampu kemampuan APBD bisa mendukung PT Migas ini," ucap Gani.

"Salah satunya dengan memonitoring pendataan modal kita, meskipun kita belum besar, karena kita harus berbagi dengan kegiatan produktivitas lainnya," tambah Gani.

Gani juga mengatakan, bahwa PT Migas Perseroda juga sudah memperdayakan masyarakat sekitar untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Baca Juga: Bawaslu Kota Bekasi Sulit Ungkap Praktik Money Politik karena Warga Bungkam

"SDM-nya ada sekitar 20 persen dari masyarakat sini, tentunya dengan memenuhi syarat dan ketentuan di PT Migas ini," tutup dia.***