BEKASI.POJOKSATU.id - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Mitra Patriot (PTMP) memastikan proses lelang 29 armada bus Trans Patriot berjalan dilakukan secara transparan dan sesuai dengan prosedur.

Direktur Utama PT Mitra Patriot, David Rahardja, mengaku, bahwa proses lelang armada bus Trans Patriot dipastikan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan transparan.

"Saya pastikan untuk proses lelang armada Trans Patriot sesuai dengan aturan dan akan dilakukan secara transparan," ungkap David, Sabtu 10 Januari 2026.

David menuturkan, proses pelelangan dilakukan melalui balai lelang swasta karena pertimbangan efisiensi biaya.

David memilih lelang swasta karena mempertimbangkan biaya proses lelangnya lebih ringan dibandingkan badan lelang negara.

Akan tetapi kata David, tidak mengabaikan prinsip transparansi dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

"Langkah ini dilakukan agar seluruh proses berjalan terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar David.

Dari sisi regulasi, David merujuk pada ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang tidak mewajibkan BUMD menggunakan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dalam pelepasan aset.

Baca Juga : Di Anggap Sudah Tidak Layak Digunakan, PT Mitra Patriot Jual 29 Bus

“Artinya, penggunaan balai lelang swasta tetap sah selama memenuhi ketentuan dan prosedur yang ditetapkan," ucap David.

Dirinya menilai bahwa proses pelelangan justru menguntungkan untuk Pemkot Bekasi sendiri. Pasalnya, aset yang sudah tidak produktif dapat dikonversi menjadi dana segar untuk menutup kewajiban lama, sehingga mengurangi risiko suntikan modal tambahan di kemudian hari.

David juga menyoroti tantangan internal yang dihadapi PT Mitra Patriot saat ini. Menurutnya, kondisi perusahaan yang masih menanggung utang dan kerugian masa lalu menuntut sumber daya manusia yang siap bekerja di bawah tekanan dan keterbatasan.

Baca Juga : Driver Ojek Online Kembali Menjadi korban Begal Usai Mengantarkan Makanan

Ia menegaskan bahwa tidak semua orang siap ditugaskan di PTMP dalam situasi seperti sekarang, sehingga manajemen membutuhkan figur-figur yang siap bekerja keras dan mengambil keputusan sulit demi menyelamatkan perusahaan.

Dengan pelelangan aset yang dinilai sesuai aturan dan penyelesaian kewajiban lama yang terus berjalan, manajemen berharap PT Mitra Patriot dapat keluar dari fase krisis dan mulai membangun fondasi usaha yang lebih sehat.

Bagi Pemkot Bekasi, langkah ini dipandang sebagai upaya menjaga nilai investasi daerah agar tidak terus tergerus oleh aset mangkrak dan beban masa lalu.***