BEKASI.POJOKSATU.id - Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Aprinaldi (27) mengaku menjadi korban kekerasan oleh oknum security Perumahan Cluster Burgundy, Summarecon Bekasi, saat hendak mengantar pesanan makanan, Senin, 14 Juli 2025.

Insiden ini bermula ketika Aprinaldi diminta menunjukkan KTP oleh petugas keamanan di pos jaga perumahan. Namun karena tidak membawa KTP, Naldi—sapaan akrabnya—menolak permintaan tersebut.

“Saya memang tidak bawa KTP waktu itu, dan bilang ingin antar pesanan makanan saja,” kata Naldi saat ditemui di lokasi.

Permasalahan yang semula dianggap sepele itu justru memicu tindakan arogan dan kekerasan dari pihak security. Menurut pengakuan Naldi, dirinya mendapat ucapan yang tak pantas dan sempat dipukul di bagian kepala oleh oknum security tersebut.

Baca Juga: Siswa SDN Kayuringin Jaya 16 Terpaksa Lesehan, 240 Meja Kursi Rusak Akibat Banjir

“Dia bilang ke saya, kalau enggak punya KTP sama saja kayak Fir’aun. Lalu tanpa sebab langsung mukul kepala saya,” ujar Naldi dengan nada kesal.

Mengetahui kejadian tersebut, puluhan driver ojol lainnya mendatangi pos keamanan Summarecon Bekasi untuk mencari klarifikasi. Situasi sempat memanas saat oknum security yang bersangkutan datang dan justru bersikap menantang.

“Dia malah nantangin kami semua. Padahal kan kami cuma minta penjelasan, bukan mau bikin keributan,” ungkap salah satu driver ojol yang ikut hadir.

Baca Juga: Remaja Perempuan di Bekasi Diduga Alami Pelecehan Fisik, Polisi Lakukan Penyelidikan

Aprinaldi berharap, manajemen keamanan perumahan segera melakukan evaluasi dan menindak tegas oknum security yang terlibat. Ia menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan standar operasional prosedur (SOP) sebagai petugas keamanan.

“Kalau seperti itu, bukan security namanya, tapi preman. Harusnya bisa menyampaikan aturan dengan baik, bukan dengan kekerasan,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen keamanan Summarecon Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.***