POJOKSATU.id - Puluhan petani di Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam Petani Penggerak Gotong Royong (PGR) kecewa terhadap Kementerian Pertanian (Kementan) dan Pemkab Bekasi lantaran belum menunaikan janjinya memberikan benih padi kepada petani terdampak banjir.
Perwakilan PGR, Muhamad Fauzi mengatakan, sesuai dengan janjinya, Kementan dan Pemkab Bekasi bakal memberikan bantuan bibit untuk petani terdampak banjir pada 27 Februari hingga 10 Maret 2023 sebanyak 262 ton.
Akan tetapi sayangnya, sampai saat ini janji tersebut belum terealisasi sepenuhnya.
Dia menjelaskan berdasarkan data yang dihimpun Petani Penggerak gotong royong, jumlah Benih yang tersalurkan tercatat kurang-lebih baru sekitar 15 ton.
Lanjut Fauzi, Kementan dan Pemkab Bekasi sampai detik ini belum menyalurkan bantuan kepada petani di wilayah Kecamatan Cabangbungin dan Pebayuran yang merupakan wilayah paling parah terdampak banjir.
Padahal, para petani sudah dijanjikan akan diberikan bantuan bibit pada tanggal 28 dan 29 Maret.
"Menurut kami ada bentuk pengabaian dari pemerintah kepada para petani terdampak banjir di Kabupaten Bekasi," kata Muhamad Fauzi, Senin, 10 April 2023.
PGR, kata Muhamad Fauzi, juga menyayangkan klaim Pemkab Bekasi di media massa soal penyaluran bantuan benih yang diklaim sudah sebanyak 25 ton.
"Saya rasa klaim bahwa benih sudah disalurkan sebanyak 25 ton itu bentuk pembodohan kepada petani. Karena faktanya di lapangan tidak seperti itu. Bahkan benih baru disebar di satu Kecamatan saja," kata dia.
Selain itu, berdasarkan kajian PGR, tidak terealisasinya bantuan bibit sesuai janji maka ada sejumlah dampak nyata yang harus diterima petani di Kabupaten Bekasi mulai dari, keterlambatan tanam pangan, kerugian ekonomi petani, potensi gagal panen, hingga melonjaknya harga benih di pasaran.
"Intinya petani menjadi pihak yang paling dirugikan atas peristiwa ini. Oleh karena itu kami mendesak agar pemberian bibit padi segera direalisasikan sesuai dengan yang sudah dijanjikan kepada para petani," pungkasnya.
Sekadar diketahui, tercatat ada sejumlah wilayah pertanian yang terkena dampak banjir yakni Kecamatan Cabangbungin, Sukakarya, Pebayuran, Sukawangi, Babelan dan Karangbahagia.
Penulis: Andi Saddam
Editor: Andi Saddam




