BEKASI.POJOKSATU.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi mengakui bahwa pelaksanaan razia minuman keras (miras) sering kali bocor sehingga tidak berjalan efektif. Kondisi ini membuat razia yang digelar kerap tidak membuahkan hasil.

Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Karto, menyampaikan bahwa toko atau warung yang menjual miras selalu dalam keadaan tutup saat pihaknya melakukan razia.

“Jadi pas kita razia, warung atau toko tutup. Jadinya kita tidak bisa merazia karena tidak ada aktivitas,” jelas Karto kepada wartawan, Rabu, 18 September 2025.

Baca Juga: Ojol Bekasi Raya Pilih Tidak Ikut Aksi di Jakarta, Fokus Jaga Kondusivitas

Ia menduga kebocoran informasi razia berasal dari oknum internal Satpol PP.

“Kami akan menindak secara tegas jika ditemukan anggota yang melakukan pembocoran informasi razia,” tegasnya.

Meski menghadapi kendala, Karto menegaskan pihaknya akan tetap melanjutkan razia sebagai bagian dari fungsi penegakan peraturan daerah dan menjaga ketertiban umum.

“Razia tetap akan jalan terus karena itu tugas kami. Dan kami berterima kasih kepada masyarakat yang ikut membantu melaporkan keberadaan toko miras ilegal,” ucap dia.***