POJOKSATU.id, KOTA BEKASI - Polda Metro Jaya merekonstrusi kasus pembunuhan berantai di Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Rabu, 1 Maret 2023.

Berdasarkan informasi yang diterima Pojoksatu.id, Sebanyak 55 Adegan diperagakan saat rekontruksi kasus Pembunuhan Wowon CS.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panjiyoga menerangkan, reka adegan itu dari awal perencanaan hingga korban meninggal dunia.

"Kegiatan di Bekasi ini menampilkan total 55 adegan, yang mana para tersangka memperagakan proses terjadinya pembunuhan ini. Mulai dari awal perencanaan sampai dengan tersangka pergi meninggalkan rumah ini," jelas Panjiyoga.

BACA JUGA: Ini Alasan Polisi Ingin Temui Yeni di Mesir Terkait Pembunuhan Berantai Wowon

Dirinya menerangkan, bahwa awalnya tersangka atas nama M Dede Solehudin awalnya tidak mengakui melihat proses pembunuhan itu.

Akan tetapi pada saat proses rekonstruksi dilakukan, justru tersangka atas nama M Dede Solehudin melihat saat korban dibunuh oleh tersangka Solihin alias Duloh.

"Tersangka Dede Solehudin awalnya mengaku tidak melihat pembunuhan itu, tapi pada saat rekonstruksi ini, terbukti bahwa ia melihat tersangka Duloh mencekik korban sampai tewas," terang Panjiyoga.

Panjiyoga menyebut, setelah proses olah TKP di Bekasi, penyidik langsung bertolak menuju ke Cianjur, Jawa Barat untuk menggelar rekonstruksi di TKP selanjutnya.

BACA JUGA: Ada Lagi Saksi Kunci yang Tahu Rahasia Wowon Cs, Siap-siap Fakta Mengejutkan Bakal Terbongkar

Belasan petugas dari Polda Metro Jaya datang ke lokasi dan menjaga situasi lingkungan agar proses rekonstruksi berjalan lancar.

Petugas membawa berbagai barang yang dimasukkan ke dalam plastik hitam berukuran besar.

Satu buah boneka juga turut dibawa dalam proses rekonstruksi tersebut. Boneka itu dibawa sebagai peran pengganti dari korban berinisial NR (5).

Tiga tersangka yakni Wowon, Solihin, dan Dede turut dibawa dalam proses rekonstruksi tersebut. Mereka datang dan dikawal ketat oleh polisi bersenjata laras panjang. (Adika F Utomo)