BEKASI.POJOKSATU.ID - Amblesnya jalan di kawasan Perumahan CBD, Kranggan, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, langsung direspons cepat oleh pemerintah kecamatan.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat 30 Januari 2026 itu diduga kuat dipicu curah hujan tinggi yang menggerus tanah di sekitar aliran Sungai Cikeas hingga membuat badan jalan runtuh ke arah sungai.
Camat Jatisampurna, Nata Wirya, mengatakan pihaknya segera mengambil langkah cepat setelah menerima laporan dari warga.
Baca Juga: Warga Diminta Tak Diam, Polisi Ajak Masyarakat Bongkar Peredaran Obat Terlarang
Ia langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk turun ke lokasi dan memastikan kondisi di lapangan aman.
“Saya sudah perintahkan petugas Satpol-PP, dan Dishub maupun UPTD DBMSDA untuk mengecek ke lokasi,” ujar Nata saat dikonfirmasi.
Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah risiko lanjutan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan deras.
Baca Juga: Diguyur Hujan Berhari-hari, Jalan Perumahan CBD Bekasi Amblas ke Sungai Cikeas
Dari hasil pengecekan awal, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Namun, amblesnya jalan membuat akses di kawasan Perumahan CBD Kranggan harus ditutup sementara demi keselamatan pengguna jalan.
Nata menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.
Baca Juga: KDM Tegaskan Politik Tak Bisa Melawan Alam, DPR Tak Bisa Cegah Banjir
Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi langsung dilakukan agar penanganan bisa berjalan cepat dan terukur.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tapi akses jalan harus kami amankan dulu agar tidak membahayakan warga,” tuturnya.
Selain melibatkan unsur pemerintah, Camat Jatisampurna juga langsung berkomunikasi dengan pihak developer Perumahan CBD selaku penanggung jawab kawasan.
Menurut Nata, pihak pengembang menyatakan kesiapan untuk melakukan perbaikan secara mandiri.
“Saya telepon pihak CBD selaku penanggung jawab, untuk dilakukan perbaikan dan akan dilakukan secara mandiri oleh mereka segera,” katanya.
Baca Juga: Awal 2026 Jadi Ujian Terberat BEI, Pasar Modal Berguncang dan Dirut Mundur
Di lapangan, aparat gabungan dari Satpol-PP dan kepolisian bergerak cepat memasang garis pembatas serta menutup akses jalan dari dua arah.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatisampurna, Bripka Yasir Arfaki, mengatakan penutupan dilakukan untuk mencegah warga melintas di area rawan.
“Akses jalan ditutup sementara. Informasinya pihak DBMSDA akan segera meninjau ke lokasi untuk penanganan teknis,” ujarnya.
Baca Juga: Mobil Masih Menyala, Pengemudi Tewas Sendirian di Km 27 Tol Cikampek
Seorang warga setempat menyebut kejadian amblesnya jalan terjadi sekitar subuh.
“Kejadiannya pas subuh, sekitar jam 4 pagi. Hujannya memang deras dan terus-terusan,” ungkapnya.
Menurut warga, aliran Sungai Cikeas yang deras diduga menggerus tanah di bawah aspal hingga akhirnya runtuh.
Respons cepat pemerintah kecamatan ini mendapat apresiasi dari warga sekitar.
Mereka berharap langkah tanggap tersebut dapat diikuti dengan penanganan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang, terutama di tengah musim hujan dengan intensitas curah hujan yang masih tinggi.
Pemerintah Kecamatan Jatisampurna memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan hingga perbaikan rampung dan akses jalan kembali aman dilalui.***




