BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi meminta kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang, terutama ke saluran air maupun sungai yang berada di wilayah Kota Bekasi.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menjelaskan, bahwa kebiasaan membuang sampah ke sungai bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga membuat petugas kebersihan harus bekerja dua kali.
“Masyarakat itu jangan suka membuang sampah sembarangan seperti di saluran air atau sungai. Sudah taruh saja di tempatnya nanti biar kami yang angkut jadi nggak kerja dua kali kita,” ujar Tri, Selasa 17 Februari 2026.
Ia menjelaskan, ketika sampah dibuang ke sungai, petugas harus mengangkutnya terlebih dahulu dari aliran air sebelum akhirnya dibawa kembali ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi ini dinilai tidak efisien dan memperberat beban kerja di lapangan.
Padahal, kata Tri, Pemkot Bekasi telah menyediakan tempat penampungan sampah yang nantinya akan diangkut secara berkala oleh petugas kebersihan.
Baca Juga : Mahasiswi Tewas di Apartemen Cikarang, Polisi Ungkap Dugaan Konsumsi Obat Aborsi Ilegal
Tri menegaskan, persoalan sampah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Setiap harinya, Kota Bekasi memproduksi sekitar 1.400 ton sampah.
Untuk mengoptimalkan layanan persampahan, Pemkot Bekasi telah menyiapkan penambahan armada pengangkut sampah melalui APBD tahun ini.
“Tahun ini di APBD murni kita siapkan untuk membeli 25 unit armada baru, nanti di anggaran tambahan ditambah 25 unit lagi. Jadi dengan 50 unit armada baru sampah yang 1.400 ton sehari bisa diangkut seluruhnya ke TPA,” tegas Tri.
Dengan penambahan armada tersebut, Tri berharap pelayanan persampahan di Kota Bekasi bisa berjalan lebih maksimal dan tidak ada lagi sampah yang tertinggal.
Ia pun kembali mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan disiplin membuang sampah pada tempatnya.
“Kalau kita sama-sama sadar, kota ini bisa lebih bersih dan nyaman,” tutup dia.***




