POJOKSATU.id - Jembatan Manggala yang menghubungkan Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, dan Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, dalam kondisi yang tidak prima.
Saat wartawan pojoksatu.id mengecek langsung ke lokasi, Kamis, 4 Mei 2023, kondisi jalan dapat dilalui pejalan kaki.
Akan tetapi, saat dilalui jembatan itu agak bergoyang dan tidak ada pegangan di sisi jembatan. Pejalan kaki yang ingin melintas harus berhati-hati.
Sementara di bawah, volume air di Kali Cikarang sedang meningkat, arusnya juga cukup deras.
BACA JUGA: Kades Ajak Warga Desa Kertarahayu Bawa Anak ke Posyandu
Di jembatan itu ada seorang warga yang sedang memotong bambu. Namanya, Merin, warga Kampung Cisaat Bojong.
Sehari-hari dia memperbaiki jembatan itu dengan material bambu yang didapat dari bantaran Kali Cikarang sekitar jembatan.
"Udah 4 bulanan meledot, sebelah sini (kanan) turun, sebelah situ (kiri) miring. Ini udah 3 kali didandanin," kata dia.
Merin sendiri sudah ikut memperbaiki jembatan itu sebanyak 2 kali dengan memperbaiki konstruksi bambu dan menambah kekuatan.
"Awalnya enggak bisa nyebrang orang. Sebelum Lebaran saya sakit, jadi ketunda (memperbaiki jembatan, Ed) jadi abis Lebaran," ucap dia.
Tak hanya mampu menopang pejalan kaki, bahkan motor pun mampu melewati jembatan itu dengan cara dituntun.
BACA JUGA: Desa Kertarahayu Dorong Agrowisata untuk Ketahanan Pangan
"Kemarin ada motor gede yang panjang itu. Orangnya berani, kalau saya nyuruh gak bisa, ngelarang juga gak bisa," kata pria sekira usia 60 tahunan itu.
Dengan dituntun motor yang menurut ukuran Merin besar itu dapat melewati jembatan hingga sampai ke seberang.
"Kalau kadang ada motor yang lewat saya dikasih untuk beli kopi, rokok. Ada juga yang tidak ngasih, saya yang penting dikasi sehat, ikhlas perbaikin ini," ucap yang mengaku tinggal di Gang Manggala ini, tak jauh dari jembatan.
Merin memperbaiki jembatan itu tanpa bantuan siapa pun, terkadang dia mengaku dapat bantuan dari ketua RW setempat tentang apa yang dibutuhkan.
Saat ini dia sedang memperkuat bagian tengah jembatan dan akan melapisi bagian kiri dan kanannya dengan cara menambah lapisan bambu agar lebih kuat.
Hari ini, Merin tidak bisa berbuat banyak lantaran air di Kali Cikarang cukup tinggi. Paling-paling Merin hanya menambah bambu yang sudah dipotong.
Dia memperkirakan butuh 50 batang bambu dan sekira 3 kilogram paku untuk memperkuat jembatan itu.
Bambu lain di bantaran kali yang hendak dipotong saat ini tidak bisa dijangkau karena Kali Cikarang masih meninggi.
Penulis dan Editor: Andi Saddam




