BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sampai saat ini masih belum memberlakukan tarif untuk transportasi massal Biskita.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menyampaikan, Pemkot Bekasi untuk saat ini masih mengkaji besaran tarif yang cocok untuk transportasi massal Biskita tersebut.
Zeno menjelaskan, penentuan tarif Biskita tidak bisa sembarangan. Pemerintah kota harus mempertimbangkan aspek daya beli masyarakat Kota Bekasi.
"Ini harus dilakukan evaluasi untuk penerapan tarif. Tentunya didahului dengan evaluasi kemampuan daya beli masyarakat serta pertimbangan-pertimbangan lainya," ujar Zeno, saat dihubungi bekasi.pojoksatu.id, Minggu, 6 Oktober 2024.
Baca Juga: Demo Ratusan Sopir Angkot di Depan Gedung DPRD Kota Bekasi, Minta Operasional Biskita Dihentikan
Untuk menentukan tarif, pihaknya juga membuka ruang bagi berbagai pihak, salah satunya sopir angkot yang memprotes kebijakan tarif gratis Biskita.
Zeno menyebutkan, kalau puluhan sopir angkot melakukan aksi protes karena tarif Biskita masih gratis. Hal ini membuat sopir angkot mengalami rugi.
"Justru ruang terbuka untuk diskusi, apa-apa saja yang bisa kita lakukan dan apa-apa saja yang perlu kita benahi. Serta, apa-apa saja yang perlu kita diskusikan bersama," ucap Zeno. ***




