POJOKSATU.id, KOTA BEKASI - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi salah satu jenis usaha yang tahan banting dalam kondisi ekonomi apapun.
Kehadiran UMKM menjadi salah satu penunjang perekonomian suatu wilayah. Dalam upaya untuk memperkuat UMKM, Gilang Foundation, yayasan sosial yang didirikan Gilang Esa Mohamad menggulirkan sejumlah program.
"Kita akan lauhing dalam waktu dekatn akan memberikan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada pelaku UMKM yang ada di masyarakat. Khususnya pelaku usaha yang masih Mikro," tutur Gilang usai acara talkshow Bekasi Gemilang di Gedung LSPR, Kecamatan Bekasi Timur.
Dia juga sedang menjalankan badan hukum koperasi gratis kepada RW. Program yang berjalan sekarang di Jakasampurna, Bekasi Barat. Sudah ada 5 RW yang memiliki legalitas koperasi.
"Di sana nanti kita titipkan barang berupa sembako dan sistemnya bagi hasil. Kita juga sedang bekerja sama dengan Kementerian Koperasi. Semoga bisa berjalan," kata dia.
Gilang Foundation, tutur Gilang, selain membahas tentang ekonomi juga membahas tentang pendidikan politik.
"Bgaimanapun di sini anak muda harus menarik politik dan juga tidak boleh antipati dan kita bagaimana cara memberikan anak muda ini supaya berpartisipasi aktif," kata dia.
"Dengan mengedukasinya menggiring mereka supaya memilih apapun warnanya apapun calonnya tapi mereka tidak golput dan bisa berperan aktif nanti," sambung Gilang.
Kembali soal UMKM, Gilang ke depan bakal memajukan program terkait UMKM seperti pelatihan-pelatihan.
"Tapi yang sekarang kita lakukan adalah menyisir UMKM yang sudah berjalan untuk diberikan NIB. Target kita 100 dulu, bertahap. Kita menyisir mana uang tepat dan sudah berjalan, juga berdasarkan rekomendasi," katanya.
Jenis UMKM itu, kata Gilang, tidak dibatas. Dengan NIB itu, ke depannya UMKM bisa mendapatkan bantuan untuk pengembangan usaha.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Dr. Lestari Nurhajati menjelaskan untuk pengembangan produk UMKM dapat menerapkan komunikasi pemasaran digital, termasuk penggunaan penggunaan media sosial secara sederhana.
"Ya, bagaimana di era digital ini UMKM bisa terus dikembangkan dengan cara mereka memahami penggunaan terutama komunikasi pemasaran digital jadi menjual lewat media online itu jauh lebih efisien dan memberikan nilai manfaat yang lebih kan buat teman-teman UMKM," ucap dia.
"Terutama Kalau awalnya diawali dengan jualan di Instagram di Facebook di toko plafon yang sifatnya berdaya guna gitu media sosial tapi juga sekaligus tidak memberikan manfaat tambahan ekonomi," kata dia.
Pertumbuhan ekonomi digital, tutur Lestari, mau tidak mau harus diawali dengan bergeraknya UMKM yang di Bekasi ini jumlahnya banyak sekali.
Talkshow tersebut urut dihadiri Head of Undergraduate Program Communication Studies LSPR Dr. Sri Ulya Suskarwati, perwakilan BPC Hipmi Kota Bekasi Gandhi Dwiki Mohamad, Managing Director Banshu & Askara Group Rendhika Harsono, GM Commercial Ceojet Nova Angelika, dan Camat Bekasi Timur Fitri Widyati. (Andi Saddam)




