BEKASI.POJOKSATU.id – Kasus tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur masih terus didalami Polda Metro Jaya.
Polisi kini menyoroti dugaan adanya kelalaian dalam sistem operasional perjalanan kereta api saat insiden terjadi.
Polda Metro Jaya bahkan telah memeriksa Kapusdal Ops KAI Daop 1 Jakarta guna mengungkap kronologi hingga penyebab kecelakaan tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui bagaimana operasional perjalanan kereta berlangsung sejak awal kejadian sampai tabrakan terjadi.
“Sudah kami sampaikan, ada pemeriksaan kepada Kapusdal Daop 1 tentang bagaimana operasional perkeretaapian di hari itu. Mulai dari awal kejadian sampai dengan terjadilah temper antara kereta api listrik kepada taksi online,” kata Budi kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Budi, setelah terjadi insiden awal di perlintasan sebidang, sejumlah KRL sempat berhenti dan mengantre di jalur. Namun nahas, KA Argo Bromo Anggrek kemudian datang dan kembali menabrak rangkaian kereta yang berada di depan.
“Setelah itu ada kereta listrik yang mengantri karena ada terjadi kecelakaan, yang ditemper kembali oleh kereta Argo Bromo Anggrek,” ujarnya.
Baca Juga : Polda Selidiki Dugaan Medan Magnet Jadi Penyebab Taksi Green SM Mati di Rel Kereta
Tak hanya itu, polisi juga tengah mendalami sistem early warning system hingga voice logger atau rekaman komunikasi antara petugas menara pengawas dengan masinis KA Argo Bromo Anggrek.
Penyidik ingin memastikan apakah masinis sudah menerima informasi terkait adanya kereta yang berhenti akibat kecelakaan di jalur tersebut.
“Nah, ini masih didalami apakah terkait tentang early warning system ataupun voice logger ataupun informasi yang disampaikan dari pengawas dari menara kepada kereta api Argo Bromo sudah mendapat informasi belum,” jelasnya.
“Apabila ada di depan kereta api yang sedang mengalami kecelakaan dan berhenti. Ada dua kereta api, yang satu mengalami kecelakaan dan yang satu berhenti. Ini masih dalam pendalaman,” sambung Budi.
Selain memeriksa sistem komunikasi, polisi juga mendalami pemberian sinyal hijau kepada KA Argo Bromo Anggrek saat melintas di wilayah Tambun.
Menurut Budi, pengatur perjalanan kereta api berinisial SM juga telah dimintai keterangan terkait prosedur pemberian sinyal tersebut.
“Begitu juga tentang pengatur perjalanan kereta api, Bapak SM, ini juga masih didalami tentang sinyal hijau. Saksi memberikan sinyal hijau kepada Kereta Api Argo Bromo Anggrek Nomor 4B yang melintas di wilayah Tambun,” tuturnya.
Baca Juga : Pengamat Minta Investigasi Kecelakaan KRL dan KA Argo di Bekasi Timur Fokus pada Sistem Persinyalan
Sementara itu, polisi turut menyoroti kendaraan taksi online yang sebelumnya mogok di perlintasan kereta. Berdasarkan keterangan pihak operasional, mobil tersebut seharusnya sudah menjalani perawatan rutin setelah menempuh jarak 15 ribu kilometer.
Namun hingga mencapai 24 ribu kilometer, kendaraan itu disebut belum masuk depot untuk dilakukan maintenance.
“Kami juga menyampaikan bahwa terkait tentang informasi dari depot manajer operasional, ini taksi tersebut harusnya per 15 ribu kilometer itu sudah harus masuk ke depot untuk melaksanakan maintenance ataupun perawatan. Tapi sampai dengan 24 ribu itu belum dilakukan maintenance,” ungkapnya.
Kini polisi masih mengkaji apakah keterlambatan perawatan kendaraan tersebut menjadi salah satu pemicu mobil mogok di perlintasan hingga berujung kecelakaan.
“Nah, ini masih kami mendalami apakah mati mobil listrik ini di perlintasan sebidang kereta api termasuk dampak dari belum dilakukan maintenance. Nah, ini masih kami lakukan pengkajian,” tandasnya.***




