BEKASI.POJOKSATU.ID - LRT Jabodebek memastikan operasional perjalanan tetap berjalan normal sepanjang Ramadan 1447 Hijriah.

Meski menghadirkan kebijakan khusus berupa kelonggaran makan dan minum saat waktu berbuka puasa, jumlah perjalanan tidak mengalami pengurangan.

Manajemen menegaskan, layanan tetap mengacu pada jadwal reguler dengan 430 perjalanan setiap hari kerja (weekday) dan 270 perjalanan pada akhir pekan, hari libur nasional, serta cuti bersama.

Baca Juga: Sekda Bekasi Ajak ASN Tingkatkan Ibadah dan Etos Kerja Selama Ramadan, Tekankan Integritas dan Pelayanan Prima

Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas layanan di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama bulan suci.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa Ramadan justru menjadi periode dengan dinamika penumpang yang khas, terutama pada jam berangkat kerja dan menjelang waktu berbuka.

“Dari sisi operasional, LRT Jabodebek tetap melayani perjalanan secara normal dengan 430 perjalanan pada hari kerja dan 270 perjalanan pada akhir pekan, hari libur nasional, serta cuti bersama,” ujar Radhitya, Rabu 18 Februari 2026.

Baca Juga: Ramadhan 2026 Jadi Motor Perputaran Uang di Pasar Tradisional Bekasi, Omzet Pedagang Naik Drastis

Menurutnya, tidak ada pengurangan frekuensi perjalanan meskipun terdapat kebijakan khusus yang memperbolehkan penumpang makan dan minum ringan saat Magrib hingga pukul 19.00 WIB.

Kebijakan tersebut tidak memengaruhi jadwal maupun pola operasional kereta.

Ia menegaskan bahwa keselamatan, ketertiban, dan efisiensi perjalanan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

Baca Juga: Mangkir dari Panggilan DPR, Developer Vasana Terancam Konsekuensi, Komisi III Siapkan Langkah Tegas

Seluruh petugas operasional tetap disiagakan sesuai standar layanan yang berlaku.

“Kami berharap pengguna LRT Jabodebek dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman tanpa mengurangi aspek keselamatan, ketertiban, dan efisiensi perjalanan,” katanya.

Ramadan sering kali identik dengan perubahan pola aktivitas masyarakat, termasuk peningkatan mobilitas menjelang berbuka puasa.

Namun, LRT Jabodebek memastikan seluruh sistem berjalan sesuai prosedur operasional standar yang telah ditetapkan.

Kebijakan tambahan selama Ramadan, seperti izin berbuka puasa di dalam kereta pada waktu tertentu, tetap dikontrol secara ketat agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna lain.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Resmi Hentikan Sementara CFD Selama Bulan Ramadan

Penumpang hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan ringan seperti kurma, roti, dan air minum, serta dilarang membawa makanan berat atau berbau menyengat.

Meski ada fleksibilitas tersebut, pengawasan tetap dilakukan oleh petugas di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta.

Kebersihan dan keamanan menjadi aspek yang terus dijaga agar tidak terjadi gangguan layanan.

Baca Juga: Hutan Bambu hingga Teluk Pucung Masuk Zona Rawan, Ini Daftar Titik Kritis Kali Bekasi yang Terancam Banjir dan Longsor

Dengan total ratusan perjalanan setiap hari, LRT Jabodebek tetap menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi selama Ramadan.

Konsistensi jumlah perjalanan ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan penumpang tanpa menimbulkan kepadatan berlebih.

Langkah mempertahankan operasional penuh ini juga menjadi sinyal bahwa layanan transportasi publik tetap stabil dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat selama bulan suci, tanpa mengorbankan standar keselamatan dan kualitas pelayanan.***