POJOKSATU.id - Ketua Umum The JakMania Diky Soemarno turut berkomentar tentang Pemerintah Kota Bekasi yang melarang Persija Jakarta menggunakan Stadion Patriot Candrabhaga.

Larangan itu berdasarkan evaluasi beberapa pertandingan terakhir, di mana pertandingan tensi tinggi rentan berujung kericuhan yang berdampak kepada masyarakat Kota Bekasi.

Ketegasan tentang larangan tersebut diutarakan oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Ahmad Zarkasih.

Baca Juga: Sering Terjadi Keributan, Pemkot Bekasi Pertimbangkan Persija Jakarta Gunakan Stadion Patriot

"Wajar si bahwa Pemkot Bekasi itu melindungi masyarakatnya dan melindungi asetnya agar tidak rusak," tegas Diky kepada bekasi.pojoksatu.id, Kamis, 7 September 2023.

Pihaknya juga akan membuktikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bahwa pendukung setia Persija Jakarta akan lebih dewasa dan tidak melakukan keributan kembali.

"Tapi tinggal bagaimana JakMania membuktikan kepada Pemkot Bekasi dan juga kepolisian, sebetulnya JakMania tidak seperti itu," tutur Diky.

Baca Juga: Sejam Lebih Pemain Persija dan Persib Terjebak di Stadion

"Kemarin adalah kejadian yang tidak kita inginkan sama-sama, tinggal bagaimana nanti perubahan yang terjadi di sisi JakMania," demikian kata dia.

Keributan suporter Persija Jakarta diduga terjadi karena tim kesayangan mereka bermain imbang dengan Persib Bandung. Ditambah lagi, di Stadion Patriot Candrabhaga polisi mendapati ada pendukung Persib Bandung yang menyusup ke dalam stadion.

Pendukung Persija Jakarta men-sweeping pendukung Persib Bandung yang diduga ada di antara mereka. Padahal, polisi tegas-tegas melarang Persib Bandung datang ke Stadion Patriot.***