BEKASI.POJOKSATU.id - Orang Bekasi yang lahir di Bekasi, berkampung di Bekasi, dan tinggal di Bekasi, tentu tidak mudik pada setiap momen Lebaran.
Kecuali, mereka yang sudah menikah dengan orang luar Bekasi seperti wilayah lain di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera, dan lainnya.
Bagi orang yang mudik, Idul Fitri menjadi momen berkumpul bersama keluarga. Jika belum sampai di kampung halaman karena kondisi jalan yang macet parah, maka mereka bisa saja menghabiskan waktu Lebaran di jalan.
Baca Juga: 5 Wisata Sejarah Bekasi, Basis Perjuangan Era Kemerdekaan
Berbeda dengan orang Bekasi yang identik tidak ke mana-mana saat Lebaran. Padahal tidak demikian, orang Bekasi pun memiliki segudang aktivitas saat Lebaran. Apa saja itu? Simak di bawah ini:
1. Ziarah
Setelah sholat Id biasanya orang Bekasi akan berziarah ke makam orang tua, kakek-nenek, untuk mendoakan mereka.
Area tempat pemakaman umum (TPU) selalu ramai pada pagi hari Lebaran. Mereka melantunan surat Al Quran, membacakan tahlil dan memanjatkan doa kepada mendiang.
Bagi orang Bekasi di perkampungan dan memiliki lahan luas, biasanya area makam keluarga masih berada di lingkungan rumah.
2. Silaturahmi
Setelah ziarah, orang Bekasi bersilaturahmi kepada orang tua, atau orang yang lebih tua.
Mereka biasanya membawakan makanan untuk hidangan di tempat itu, karena orang tua yang dikunjungi harus menyediakan porsi makanan lebih banyak.
Urutan silaturahmi tentu sesuai dengan usia. Orang yang lebih muda mengunjungi yang lebih tua.
Orang-orang secara bergiliran mendatangi rumah-rumah orang yang lebih tua dengan urutan kakek-nenek, orang tua, paman dan bibi.
Orang Bekasi biasanya memasak ketupat dan opor ayam, terkadang ada tambahan sambal goreng kentang dicampur ati. Paling tidak, ketika menyambangi rumah orang tua mereka makan bersama.
Untuk kue kering sudah beragam, kue khas Betawi seperti kembang goyang, akar kelapa, biji ketapang tersedia.
Kue-kue yang lazim menjadi hidangan saat Lebaran juga bisa ditemui di rumah-rumah seperti kastangel, nastar, putri salju, atau biskuit campuran dalam kemasan kaleng.
Dalam bersilaturahmi, biasanya keluarga akan berkonvoi dengan kendaraan bermotor. Misalkan cucu dari Kong Amat akan berkumpul di rumah kakek mereka, kemudian bersama-sama ke rumah saudara lain yang lebih tua.
3. Makan bakso bersama
Di sela-sela silaturahmi, tak lengkap jika tidak ada makan bersama. Biasanya mereka berhenti di tempat pedagang bakso berada untuk melepas rasa lapar.
Meskipun di tiap rumah yang disambangi orang-orang disuguhi makanan Lebaran, tetapi rasanya tidak lengkap tanpa bakso.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik Berlalu, Pemkot Bekasi Tetap Siagakan Petugas
Tak jarang pedagang bakso kebanjiran untung pada hari pertama Lebaran karena mereka kedatangan banyak pelanggan.
Bakso juga menjadi pilihan karena 'begah' atau bosan menyantap menu yang seragam. Di rumah kakek disuguhi opor ayam dan ketupat, di rumah lain juga disuguhi menu yang sama. Maka, bakso semacam menjadi pelepasan dari menu tersebut.
4. Ke tempat perbelanjaan dan rekreasi
Bagi orang Bekasi yang memiliki keluarga yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, maka menjelang waktu zuhur mereka selesai bersilaturahmi.
Sore hari menjadi saat yang tepat menghabiskan waktu bersama keluarga ke tempat perbelanjaan atau ke tempat rekreasi.
Tempat-tempat hiburan menjadi ramai, pun juga tempat perbelanjaan pakaian. Anak-anak yang mengoleksi amplop THR dari keluarga ingin menggunakan uang itu untuk kesenangannya.
5. Ke luar Bekasi
Ini berlaku bagi orang Bekasi yang menikah dengan orang luar Bekasi atau wilayah yang agak jauh dari tempat tinggal mereka.
Misalkan, suami berasal dari Gabus, sementara istri berasal dari Petamburan di Jakarta Barat. Maka, selepas bersilaturahmi di Gabus, mereka akan beranjak ke Petamburan.
Tak heran, jalanan di wilayah Jabodetabek macet saat hari pertama Lebaran. Karena itu, banyak pemudik lokal yang hilir-mudik. Istilah itu juga biasanya diganti dengan 'balik kota' kebalikan dari 'balik kampung'.
Karena, orang-orang justru pergi ke Jakarta yang notabene sebuah wilayah perkotaan. Berbanding terbalik dengan mayoritas orang yang pulang kampung ke wilayah Jawa dan Sumatera.
Demikian hal-hal yang dilakukan orang Bekasi saat Lebaran. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin.***




