BEKASI.POJOKSATU.id - Kontestasi pemilihan anggota legislatif (pileg) biasanya membuat para caleg stres lantaran dalam tekanan.

Biaya politik (political cost) yang dikeluarkan untuk sosialisasi, membeli alat peraga kampanye (APK), membuat atribut, dan segala-galanya yang berkaitan dengan mendulang suara membutuhkan biaya yang tinggi.

Tak jarang caleg menjual aset atau meminjam uang untuk biaya politik tersebut. Ketika hasil tidak sesuai yang diharapkan, maka tidak jarang membuat caleg stres.

Baca Juga: Profil 5 Artis yang Jadi Bakal Caleg di Kota Bekasi

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmadjid atau RSUD Kota Bekasi ternyata tidak menyediakan ruangan rawat inap bagi caleg stres tersebut.

RSUD Kota Bekasi memiliki 4 dokter spesialis kejiwaan. Apabila ada pasien dengan indikasi gangguan jiwa, maka akan dirujuk ke rumah sakit lain.

Direktur Utama RSUD Kota Bekasi dr. Kustanto Saidi menjelaskan rumah sakit rujukan untuk kasus gangguan jiwa ada beberapa.

Dia menjelaskan pertama adalah RS Pondok Kopi, RS Sumber Waras di Grogol, dan RS di wilayah Bandung.

Baca Juga: Ada 849 Bakal Caleg di Kota Bekasi

"Kami tidak sediakan ruang rawat inap secara khusus, meski kita punya dokter spesialis kejiwaan," kata dia.

Meski demikian, jika gangguan jiwa masih taraf ringan maka RSUD Kota Bekasi bisa menyediakan poli rawat jalan.

"Apakah nantinya perlu rawat inap atau penanganan lebih khusus atau cukup dengan penanganan rawat jalan saja," demikian kata dia.***