BEKASI.POJOKSATU.id - Warga keturunan Tionghoa mengikuti tradisi melepas burung pipit saat malam pergantian Tahun Baru Imlek di Klenteng Hok Lay Kiong.
Tradisi ini dikenal sebagai Fang Sheng dan menjadi bagian dari warisan budaya yang turun-temurun.
Kenny, seorang warga keturunan Tionghoa yang memberikan informasi asal Bekasi Timur, menjelaskan pelepasan burung pipit merupakan tradisi tahunan yang memiliki makna mendalam.
Baca Juga: Peringatan Imlek di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Sederhana
Fang Sheng menjadi simbol melepaskan keburukan, permohonan maaf, keselamatan, dan juga untuk menjaga kelestarian alam.
Sebelum melepas burung, umat terlibat dalam membacakan sutra Fang Sheng sebagai doa untuk kelahiran kembali makhluk hidup ke alam yang lebih baik.
Kenny menjelaskan bahwa melepas burung melibatkan pertimbangan usia, dengan jumlah burung yang dilepaskan setara dengan usia saat ini, ditambah satu ekor sebagai simbol spiritual.
Baca Juga: Bayi Tergeletak di Halaman Masjid Medansatria, Ada Surat Wasiat
"Tradisi ini memberikan kebebasan pada burung untuk hidup di alam bebas, dan melepas mereka dianggap sebagai tindakan untuk memastikan kehidupan yang lebih baik bagi makhluk hidup tersebut," demikian kata dia.***




