POJOKSATU.id, KOTA BEKASI - Perkembangan kendaraan bermotor dan kemudahan dalam memilikinya membuat moda transportasi angkutan kota kian tersisih. Apalagi pada disruptif ini angkot makin terpinggirkan kehadiran ojek online.

Dulu kita banyak melihat angkot berseliweran di jalan, hari ini jumlah angkot terus menurun. Berdasarkan data dinas perhubungan jumlah trayek angkot juga ikut berkurang seiring perkembangan zaman.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mencatat bahwa trayek angkutan kota (Angkot) tersisa hanya 400 lebih trayek yang memenuhi syarat kelayakan.

Kepala Seksi Angkutan Dalam Trayek (Analisis Kebijakan Ahli Muda Bidang AT), Umar Setiono, menerangkan trayek angkot sebelumnya 1.000 yang beroperasi di wilayah Kota Bekasi.

BACA JUGA: Konversi Angkot ke Mikrobus, BRT Siap Mengaspal Tahun 2024 di Kota Bandung

Saat ini sebanyak 400 lebih trayek yang masih aktif dan dinyatakan layak sesuai dengan persyaratan yang ada dari sisi administrasinya.

"Kalau dilihat dari sisi kelengkapan administrasinya sekitar 400 lebih trayek yang masih dinyatakan aktif atau memenuhi syarat," jelas Umar, Kamis, 26 Januari 2023.

Umar mengatakan selebihnya sisa dari trayek tersebut sudah tidak lagi memenuhi persyaratan yang ada atau ditetapkan sebagaimana mestinya.

"Sisanya boleh dikatakan belum memenuhi syarat administrasi," tutur dia.

BACA JUGA: Sopir Angkot dan Ojeg Online di Bogor Curhat ke Kapolresta yang Baru, Keluhkan Soal Pengamen dan Jam Malam

Umar mengimbau kepada para pemilik angkot atau para pengurus trayek agar mengurus segala kelengkapan persyaratan adminitrasi yang telah ditetapkan, agar trayek angkotnya tetap hidup dan tetap bisa beroperasi.

"Seperti memperhatikan usia kendaraan atau angkutannya, kelayakan jalan untuk kendaraannya sebagai bentuk keselamatan serta kenyamanan bersama, KIR atau uji berkalanya dilalui, izin trayeknya dan sebagainya agar segera diurus dan tetap bisa beroperasi seperti sedia kala," tutup Umar. (Adika F Utomo)