BEKASI.POJOKSATU.id – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menegaskan bahwa menciptakan sekolah ramah anak bukan sekadar program pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Hal ini disampaikan saat peringatan Hari Anak Nasional 2025 yang digelar di Plaza Patriot, Minggu.
“Sepertiga waktu anak ada di sekolah. Artinya, proses pengasuhan juga terjadi di ruang kelas. Maka sekolah harus jadi tempat yang aman, sehat, dan mendukung pertumbuhan anak secara menyeluruh,” ujar Tri.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kota Bekasi melanjutkan revitalisasi fasilitas sanitasi di sekolah. Ia bahkan meminta masyarakat aktif melaporkan bila menemukan toilet sekolah yang tidak layak pakai.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Dukung Pengawasan SPM Kesehatan oleh Inspektorat Jabar
“Kalau masih ada WC sekolah yang tak layak, tidak ada air, tidak ada gayung, ataupun masih kotor, segera laporkan saja ke Instagram saya. Saya akan hadir langsung,” tegasnya.
Selain infrastruktur, Tri juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kekerasan di sekolah, seperti perundungan dan diskriminasi. Pemkot Bekasi mulai memasang CCTV di sejumlah sekolah guna menciptakan ruang belajar yang aman dan terkendali.
Dalam kesempatan itu, Tri juga mengajak para orang tua untuk lebih terlibat dalam tumbuh kembang anak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak dimulai dari empati dan perhatian keluarga.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Wajibkan UMKM Kantin Kumpulkan Minyak Jelantah Mulai Pekan Depan
“Bantu kami dari Pemerintah Kota Bekasi, khususnya para orang tua di rumah, untuk lebih peduli dan progresif mencetak anak yang berkualitas di era sekarang,” katanya.
Acara peringatan Hari Anak Nasional ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota A. Harris Bobihoe, Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi, Dandim 0507/Bekasi Letkol Arm Krisrantau Hermawan, Sekda Kota Bekasi Junaedi, dan Staf Ahli Perlindungan Strategis Kementerian PPPA RI, Rini Handayani. Kegiatan diawali dengan pawai anak dari Plaza Pemerintah Kota ke Plaza Patriot sebagai simbol komitmen perlindungan anak yang menyatu dengan masyarakat. (adv)***




