POJOKSATU.id - Tri Adhianto saat ini menjabat sebagai wali Kota Bekasi, merasa tidak menyangka bahwa ia berada di akhir masa jabatannya dengan hanya tersisa satu bulan.
Faktanya, Tri Adhianto Tjahyono menjadi Walikota Bekasi setelah Rahmat Effendi ditangkap oleh KPK karena terlibat dalam kasus korupsi.
"Dalam kenyataannya, saya menjalani karir di dalam birokrasi. Menjadi pejabat politik bukanlah impian saya, bahkan tidak pernah terpikirkan. Oleh karena itu, setiap hari merupakan sebuah anugerah," ungkap Tri kepada awak media, Selasa, 21 Agustus 2023.
Baca Juga: Jabatan Tersisa Sebulan, Wali Kota Bekasi Ingin Fokus Masalah Infrastruktur
Pada saat ini, ia tengah mengemban tugas sebagai wali Kota Bekasi dan akan memimpin kota tersebut selama satu bulan ke depan tepatnya hingga 20 September 2023.
"Merupakan suatu hal yang sangat berat untuk memimpin dan membangun sebuah kota yang begitu dinamis seperti Kota Bekasi, yang memiliki jumlah penduduk sekitar 2,4 juta orang dan memiliki ekonomi yang berkembang pesat," tegasnya.
Tri menyatakan komitmennya untuk memastikan bahwa para pemodal dan investor yang ingin berinvestasi di Kota Bekasi akan dibantu dan didukung sepenuhnya.
Ia juga berfokus pada penanganan masalah infrastruktur di Kota Bekasi yang masih perlu diselesaikan.
Baca Juga: Pengunjung dan Pedagang Pasar Wisma Asri Heboh Gara-Gara Benda Mirip Bom
"Kami akan memberikan perhatian khusus pada peningkatan jalan serta mengatasi masalah banjir. Kami juga akan mengoptimalkan persiapan menghadapi musim hujan mendatang," ujar Tri.
Selain itu, sebagai politikus dari PDIP, Tri juga berkomitmen untuk memperbaiki layanan kesehatan dan pendidikan, yang saat ini masih menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Bekasi.
"Prioritas utama kami adalah meningkatkan layanan kesehatan dan pendidikan, yang hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Bekasi," tegas Tri.
Tugas lain yang akan diemban oleh Tri Adhianto selama masa jabatannya adalah mengatasi pasokan air baku saat aliran Kali Bekasi menurun.
"Kami juga akan mengatasi permasalahan pasokan air baku ketika aliran Kali Bekasi menurun. Jika ada limbah yang masuk ke sungai ini, maka penggunaan air baku di Bekasi akan terpengaruh dan tidak dapat digunakan," demikian kata dia.***




