BEKASI.POJOKSATU.id - Sebuah truk nomor polisi F 9686 FD yang bermuatan batu kapur untuk menguruk proyek PDAM terbalik pada saat menurunkan muatan.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Raya Jend. Sudirman, Kecamatan Bekasi Selatan, Selasa, 26 Maret 2024, malam.

Pantauan wartawan bekasi.pojoksatu.id di lokasi, terlihat muatan batu kapur tersebut berserakan ke jalan hingga menutup ruas jalan dari arah Jakarta ke Kota Bekasi.

Baca Juga: SPBU Bulan-Bulan Diserbu Pelanggan, Motor Justru Mogok Usai Isi Bensin

Awalnya saat sang sopir ingin menurunkan muatan batu kapur untuk menguruk proyek PDAM. Akan tetapi, pada saat setengah badan truk terangkat untuk menurunkan muatan, truk tersebut hilang keseimbangan hingga terbalik ke sebelah kanan jalan.

Terlihat bagian depan kepala truk mengalami ringsek. Tak hanya itu, sopir truk juga mengalami luka pada bagian rentan kanan akibat terjepit saat truk terbalik.

Beberapa batu kapur yang ikut terjatuh tersebut juga menutup Jalan Raya Sudirman, yang mengarah ke stasiun Bekasi. Arus lalulintas juga mengalami tersendat selama satu jam selama proses evakuasi.

Baca Juga: THR Pegawai Pemkot Bekasi Cair Pekan Pertama April

Sopir truk, Rudi, menjelaskan truk tersebut hilang keseimbangan pada saat menurunkan muatan batu kapur tersebut.

"Saya sempat mengganjal menggunakan batu yang banyak sebelum proses penurunan, pada saat naik setengah mobil tiba-tiba oleng dan jatuh," ucap Rudi kepada bekasi.pojoksatu.id, Selasa, 26 Maret 2024.

Dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebab ketidakseimbangan pada saat penurunan batu kapur hingga menyebabkan kecelakaan.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Persiapakan THR untuk Seluruh Pegawai

"Tidak tahu kenapa ya, tidak seimbang pada saat penurunan muatan batu kapur," tegas dia.

Sementara itu, anggota piket Lantas Polres Metro Bekasi Kota Ipda Iswahyudi menerjunkan alat berat untuk proses evakuasi batu kapur yang berserakan.

"Tadi kita bantu arus lalulintas agar tidak terjadi kemacetan yang parah dari arah Jakarta ke Kota Bekasi," tutur dia.

"Untuk kemacetan sendiri mencapai 1 kilometer ya, tapi Alhamdulillah dapat teratasi," tambah dia.

Untuk kondisi supir sendiri, Iswahyudi mengaku mengalami luka-luka pada bagian tangan dan tidak menimbulkan korban jiwa.***