BEKASI.POJOKSATU.ID - Jumlah korban akibat kebakaran hebat disertai ledakan di SPBE Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, kembali bertambah.
Hingga Jumat 3 April 2026, total korban tercatat mencapai 20 orang dengan mayoritas mengalami luka bakar serius.
Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi, membenarkan adanya peningkatan jumlah korban dalam insiden yang sempat menggegerkan warga Bekasi tersebut.
Ia menyebut, para korban langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif.
Baca Juga: Pertamina JBB Pastikan Pengiriman Pertalite dan Pertamax di Cilegon Berjalan Normal
“Betul terdapat penambahan jumlah korban,” ujar Maka, dikutip dari Radar Bekasi, 4 April 2026.
Menurutnya, kondisi para korban cukup memprihatinkan karena rata-rata mengalami luka bakar di atas 50 persen.
Hal ini membuat penanganan medis harus dilakukan secara serius dan menyeluruh.
“Jadi pasien ini tersebar ke beberapa rumah sakit,” kata Maka.
Berdasarkan data terbaru, dari total 20 korban tersebut, sebanyak 4 orang merupakan pegawai SPBE, sementara 16 lainnya adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian di wilayah Mustikajaya, Bekasi.
Fakta ini menunjukkan bahwa dampak ledakan tidak hanya terjadi di area fasilitas, tetapi juga meluas hingga ke permukiman warga.
Anggota DPRD Kota Bekasi, Alimudin, mengungkapkan bahwa insiden tersebut diduga dipicu oleh kebocoran gas saat proses pengisian tabung. Meski demikian, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Jumlah korban sebanyak 20 orang, terdiri dari 4 pegawai SPBE dan 16 warga pemukiman sekitar SPBE yang dipicu kebocoran gas saat proses pengisian tabung dan tidak ada korban meninggal,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa DPRD Kota Bekasi akan segera mengambil langkah evaluasi dengan memanggil Dinas Ketenagakerjaan untuk membahas penyebab serta pencegahan kejadian serupa di masa depan.
“Dalam waktu dekat ini kami akan memanggil Disnaker untuk pembahasan dan evaluasi atas peristiwa kebakaran ini,” tegasnya.
Baca Juga: Kades Cijengkol Imbau Warga Tak Buang Sampah Sembarangan, Soroti Limbah dari Luar Desa
Sejumlah rumah sakit di Bekasi saat ini tengah menangani para korban, mulai dari RSUD Chasbullah Abdulmadjid, RS Satria Medika, hingga RS Permata Bekasi. Penanganan dilakukan secara intensif mengingat kondisi luka yang cukup berat.
Insiden ini kembali menjadi sorotan terkait aspek keselamatan fasilitas pengisian gas yang berada di dekat permukiman padat di Bekasi.
Warga berharap ada evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang.***




