BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi langsung tancap gas mempercepat pembangunan Flyover Bulak Kapal, usai kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur.

Insiden di perlintasan sebidang itu kembali menegaskan tingginya risiko kecelakaan di lokasi tanpa sistem pengamanan maksimal.

Pemkot Bekasi bergerak cepat dengan memasang palang pintu di Jalan Ampera, titik terjadinya tabrakan.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan, percepatan proyek flyover menjadi langkah prioritas pasca kejadian tersebut.

“Peristiwa ini jadi perhatian serius kami. Keselamatan masyarakat harus jadi yang utama,” kata Tri, Minggu 3 Mei 2025.

Ia menyebut, pembangunan Flyover Bulak Kapal bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga upaya menghilangkan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang.

“Flyover ini solusi jangka panjang. Kita ingin menghilangkan perlintasan sebidang yang berisiko tinggi,” tegasnya.

Tri juga menambahkan, proyek tersebut kini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui bantuan presiden.

Baca Juga: Perlintasan KA Ampera Dijaga Warga, Penghasilan Capai Rp50 Ribu Dalam Sejam

“Alhamdulillah, ada dukungan dari pusat. Nilainya sekitar Rp 250 miliar untuk mendukung percepatan pembangunan,” ujarnya.

Selain aspek keselamatan, Pemkot Bekasi juga menyoroti dampak kemacetan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Bulak Kapal.

“Di titik ini bukan hanya rawan kecelakaan, tapi juga sering macet. Jadi kita selesaikan dua masalah sekaligus,” ucap Tri.

Baca Juga : DDT Manggarai-Cikarang Jadi Kunci Kurangi Risiko Tabrakan Kereta

Ia berharap proses percepatan bisa segera berjalan sesuai rencana agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat.

“Kami ingin proyek ini segera direalisasikan. Semakin cepat dibangun, semakin cepat juga masyarakat merasakan dampaknya,” tutupnya.

Sementara itu, pemasangan palang pintu di Jalan Ampera dilakukan sebagai langkah darurat sambil menunggu pembangunan flyover.

“Ini langkah cepat untuk meminimalisir risiko kejadian serupa terulang,” tambahnya.

Pemkot Bekasi menargetkan proyek Flyover Bulak Kapal bisa segera masuk tahap pembangunan agar persoalan perlintasan sebidang di wilayah tersebut tidak lagi menjadi ancaman bagi warga.***